Tiket Masuk Alas Kedaton untuk Wisatawan Asing Direncanakan Naik di 2026

TABANAN, Kilasbali.com – Manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Kedaton di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, berencana menaikkan tarif tiket masuk bagi wisatawan asing.
Rencananya, kenaikan tarif sebesar seratus persen itu akan diterapkan mulai awal 2026 mendatang.
Bila diberlakukan, tiket masuk bagi wisatawan asing dewasa akan menjadi Rp 70 ribu per orang dari sebelumnya Rp 30 ribu per orang.
Kenaikan juga berlaku untuk tiket masuk wisatawan asing anak-anak yang semula di harga Rp 20 ribu per anak menjadi Rp 60 ribu per anak.
Sementara itu, untuk tarif tiket masuk wisatawan domestik tidak mengalami perubahan sama sekali yakni masih di harga Rp 30 ribu per orang.
Bendesa Adat Kukuh, I Gusti Ngurah Arta Wijaya, mengonfirmasi mengenai rencana kenaikan tarif tiket masuk Alas Kedaton bagi wisatawan asing tersebut.
Ia menyebutkan, kenaikan tarif tiket masuk bagi wisatawan asing ini sudah dibahas dalam rapat yang melibatkan beberapa pihak terkait.
“Rancangan ini sudah dirapatkan dan disetujui naik seratus persen untuk wisatawan asing,” kata Arta Wijaya pada Minggu (10/8).
Ia menjelaskan, ada beberapa pertimbangan yang melatari rencana kenaikan tarif tiket masuk untuk wisatawan asing tersebut.
Mulai dari harga tiket di beberapa objek wisata lainnya yang sudah mengalami kenaikan, sementara Alas Kedaton masih paling rendah dan terakhir meningkatkan harga tiket pada 2012 lalu.
Sampai dengan beberapa masukan yang datang dari para pelaku industri pariwisata seperti pemandu atau guide.
Arta Wijaya mencontohkan, objek wisata serupa yakni Sangeh yang ada di Kabupaten Badung saat ini tiket masuknya sudah Rp 75 ribu per orang. Sementara di Ubud, Kabupaten Gianyar, lebih tinggi lagi.
“Kalau (tarif) kami terus rendah, di mana lagi kami cari dana untuk operasional dan membiayai kebutuhan pakan monyet,” imbuhnya.
Menurutnya, rencana kenaikan tarif tiket masuk Alas Kedaton untuk wisatawan asing ini sedang disosialisasikan sebelum diterapkan pada 2026 mendatang.
Salah satu upaya sosialisasi yang dilakukan adalah dengan menyampaikan informasi rencana tersebut kepada Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia.
Upaya ini dilakukan sebagai langkah awal yang sudah diterapkan sejak jauh-jauh hari sebelum rencana kenaikan tarif tiket masuk itu diberlakukan.
Dengan demikian, wisatawan asing maupun pelaku industri pariwisata tidak kaget. “Jauh-jauh hari kami sudah sosialisasikan mulai sekarang.
Ia menambahkan, peningkatan tarif tiket masuk ini juga akan dibarengi dengan penambahan fasilitas penunjang aktivitas wisata di sekitar Alas Kedaton.
Fasilitas yang sudah dirancang dan hendak disediakan antara lain coffee chop, spot selfi, hingga pembuatan patung monyet berukuran besar di pintu masuk utama Alas Kedaton.
Arta Wijaya menjelaskan, satu per satu fasilitas tersebut sedang diupayakan pihak pengelola. Seperti, pembangunan patung berukuran besar yang didanai melalui program CSR (Corporate Social Responsibility).
Pihaknya berharap, keberadaan fasilitas penunjang tersebut bisa membantu meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Alas Kedaton. Baik oleh wisatawan asing maupun domestik dan lokal.
“Sekarang ini kunjungan wisatawan, khususnya yang asing, sedang naik. Biasanya sekitar 50 orang per hari. Sekarang sudah menjadi seratus orang per hari,” tukasnya. (c/kb)

















