Jalur Distribusi Terputus, Bumbu Dapur – Sayur Mayur Diprediksi Merangkak Naik

GIANYAR, Kilasbali.com – Setelah sempat turun dan stabil dalam dua bulan terakhir, komoditas bumbu dapur, sayur mayur dan kebutuhan upacara agama lainnya kini merangkak naik.
Meski belum berdampak signifikan, dalam hitungan satu bukan ke depan lonjakan harga sulit dibendung.
Karena pasokan dari Jawa dipastikan membutuhkan pembiayaan tambahan karena terputusnya jalur distribusi Jawa-Bali akibat amblesnya badan jalan di Bajera, Tabanan.
Terlebih, komoditas yang dipasok ke Gianyar justru didominasi pasokan dari Pulau Jawa. Kondisi ini dipastikan akan mempengaruhi pasokan ketersediaan sembako di pasar-pasar yang ada di Gianyar.
Estimasi perbaikan jalan pun diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari sebulan.
Kabid Industri dan Agro Disperindag Gianyar, Dewa Nyoman Raka, seizin Kadisperindag, menyebut staf pemantau harga kebutuhan pokok Disperindag terus melakukan monitoring harga dan stokis sembako.
“Sampai saat ini belum ada dampak terhadap stok sembako dan fluktuasi harga. Ke depan kami kira ada dampak, kami (Disperindag) terus melakukan monitoring,” jelas Dewa Raka, Rabu (9/7).
Hingga kini disebutkan stok sembako sebelumnya masih tersedia di pasar terutama di Pasar Rakyat Gianyar. Namun, tetap dikhawatirkan, kiriman yang sejak dua hari lalu saat ini mulai tersendat.
“Dari pantauan sementara, pasokan dari Jawa masih terdistribusi, karena pengirim pasokan juga harus segera tiba di Gianyar, terutama jenis sayur, kalau tidak segera sampai, jenis sayur ini akan busuk dalam truk,” ujarnya.
Diakui, sebagian kebutuhan pokok seperti bumbu-bumbu dan kebutuhan lain, didatangkan dari Jawa, sehingga bila pengiriman mengalami hambatan akan berdampak pada kenaikan harga.
Pasokan dari Jawa umumnya bawang merah, bawang putih, jahe, cabai, ikan lele dan sebagian kebutuhan Upakara masyarakat Hindu Bali.
Sebagian komoditas juga dihasilkan petani lokal Bali dan sebagian didatangkan dari Lombok atau NTT, khususnya bawang putih dan bawang merah.
Dewa Raka menyebut, sampai saat ini Disperindag terus melakukan pemantauan, dan bila ada harga kebutuhan pokok yang mengalami fluktuasi harga, maka akan dicarikan jalan keluar.
“Untuk kebutuhan utama, beras, stok beras di Bulog masih aman, setidaknya sampai kondisi arus lalulintas di Desa Bajera kembali normal,” jelasnya.
Hal lain yang dipastikan mengalami hambatan adalah pengiriman barang konsumsi pribadi lewat pembelian online, Shopee, Tokopedia atau jasa jual beli online lain.
Walau mengalami hambatan, konsumen sudah memaklumi keterlambatan pengiriman, karena arus lalu lintas pada jalur nasional mengalami hambatan.
“Barang tetap terkirim, hanya saja lewat Bali Utara, dan butuh waktu lebih lama. Kondisi ini tidak berlangsung lama, perbaikan sedang progres,” pungkasnya. (ina/kb))

















