Dinsos P3A Tabanan Akan Minta Keterangan Pengelola Panti Soal Dugaan Pengasuhan Buruk

TABANAN, Kilasbali.com – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinasos P3A) Tabanan akan segera meminta keterangan pihak yayasan yang mengelola salah satu panti terkait dugaan pengasuhan yang buruk dan viral di media sosial.
Rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat internal yang telah dilakukan sebelumnya. Termasuk, merespon hasil inspeksi mendadak atau sidak Komisi IV DPRD Tabanan ke panti tersebut belum lama ini.
“Kami sudah koordinasi dengan Ketua Komisi IV. Kami sudah sepakat akan ada pemanggilan terhadap yayasan tersebut. Di sana kami akan lihat, apa layak diberikan rekomendasi atau tidak,” ujar Kepala Dinsos P3A Tabanan, I Nyoman Gede Gunawan, pada Rabu (2/7).
Dalam pemanggilan itulah, pihaknya akan meminta klarifikasi atau keterangan dari pihak yayasan yang mengelola panti tersebut dan hasilnya akan menjadi bahan kajian bagi pihaknya di Dinsos P3A.
Gunawan kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin gegabah dalam membuat rekomendasi terkait keberlangsungan dari panti yang berada di bawah pengelolaan yayasan tersebut. Terlebih rekomendasi itu mengarah pada penutupan.
Pihaknya mesti mendengar secara langsung apa yang sebetulnya terjadi di panti tersebut dan mengkajinya sesuai aturan yang berlaku. Kalaupun hasil kajian tidak mengarah pada tindakan tegas, setidaknya Dinsos P3A akan memberikan peringatan terlebih dulu.
“Kami tidak ingin langsung merekomendasikan penutupan jika bukti belum cukup. Maka pendekatannya akan bertahap. Dimulai dari peringatan,” tegas Gunawan yang juga Pelaksana Tugas atau Plt Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Tabanan ini.
Pada momen yang sama, sambung Gunawan, pihaknya juga akan mengkaji keberadaan yayasan lainnya yang salah satunya sempat tersangkut masalah hukum yakni jual beli bayi antarprovinsi yang sempat mencuat di tahun lalu. (c/kb)

















