
TABANAN, Kilasbali.com– Pembangunan GOR Debes yang disiapkan untuk pelaksanaan Porprov Bali Tahun 2019 mendatang terus dikebut. Terlebih sesuai dengan kontrak, proses pembangunan tahap I ini harus tuntas tanggal 8 Desember 2018. Sedangkan belakangan ini cuaca hujan terus mengguyur wilayah Tabanan dan sekitarnya sehingga dikhawatirkan menjadi penghambat pelaksanaan proyek tersebut.
Dari pantauan di lapangan Rabu (5/12/2018) para pekerja nampak serius melaksanakan tugas mereka di lokasi proyek. Struktur bangunan GOR ini pun sudah berdiri, begitu juga dengan struktur atapnya, namun belum tuntas. Meskipun para pekerja yang jumlahnya 90 orang bekerja dua shift yakni pagi dan malam, namun faktor cuaca diprediksi akan menghambat pengerjaan proyek karena hujan turun tidak menentu.
GOR Debes itu sendiri dibangun dengan sumber anggaran dari BKK Provinsi Bali dengan PAGU Rp 15 Miliar dan nilai kontrak Rp 14. 337.071.220,22. Proyek pembangunan tahap I ini sempat mengalami gagal tender hingga akhirnya dimenangkan oleh kontraktor pelaksana PT. Fikri Bangun Persada KSO PT. Agung Kencana Mas dengan konsultan pengawas dari CV. Manar Jaya.
Proyek pembangunan dilakukan selama 150 hari kerja, yang dimulai tanggal 12 Juli 2018 sehingga ditargetkan pembangunan tahap I rampung pada tanggal 8 Desember 2018. Dimana per tanggal 12 November 2018 lalu progress pembangunan sudah memasuki angka 70,2 persen.
Saat dikonfirmasi via telepon Site Manajer PT. Fikri Bangun Persada, Ketut Suarba mengaku sedang ada odalannya dan meminta untuk langsung mengkonfirmasi ke Dinas PUPRPRPKP selaku leading sektor. “Saya sedang odalan, langsung ke Dinas PU ya,” ujarnya.
Sedangkan Kepala Bidang Bangunan dan Gedung Dinas PUPRPKP Tabanan, Kadek Faridatini Sueca mengatakan bahwa pembangunan tahap I untuk GOR Debes ini meliputi struktur utama sampai atap karena terbatasnya anggaran. “Sedangkan untuk tribun belum, tetapi struktur untuk tribun sudah,” ungkapnya. Sayangnya dirinya enggan membeberkan progress pengerjaan GOR tersebut lebih detail dan mengaku sedang berada di Surabaya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Tabanan AA Dharma Putra mengatakan bahwa mengenai proyek-proyek pemerintah yang memasuki deadline di akhir tahun 2018 ini, pihaknya sudah mewanti-wanti untuk dikebut tetapi tetap mengutamakan kualitas. Menurutnya memang ada beberapa kendala yang mempengaruhi keterlambatan pengerjaan, salah satunya proses realisasi anggaran yang terlambat. “Bulan Mei 2018 kemarin bahkan ada revisi permohonan, itu saja sudah tiga bulan kita terlambat. Tetapi bagaimana pun itu karena prosedur dan kita tidak mau berdampak pada finalty sehingga kita sarankan untuk dikebut tetapi tetap mengutamakan kualitas yang baik,” tegasnya.
Ditambahkan oleh Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali I Nengah Tamba yang sempat melakukan sidak ke lokasi pembangunan GOR Debes, apabila nantinya rekanannya tidak bisa menuntaskan tugasnya hingga waktu yang ditentukan maka pihaknya akan melakukan evaluasi guna mengetahui apa penyebab keterlambatan terjadi. “Kalau misalnya terlambat apa penyebabnya, apa faktor alam, faktor lapangan, atau disengaja diperlambat. Lalu apakah dikenakan penalty atau bagaimana, itu akan kita lihat nanti,” paparnya.
Ia pun menegaskan jika pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas PUPRPRKP Tabanan dalam memantau progress pembangunan GOR tersebut. “Jadi kita lihat dulu sampai tanggal deadline yang ditentukan,” tandasnya. (*KB).

















