
DENPASAR, Kilasbali.com – Ketua DPD I Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry angkat bicara terkait surat pengunduran diri dari Kader DPD II Golkar Badung, I Wayan Muntra.
Menurut dia, Partai Golkar Bali tidak ada mendzolimi Muntra. Kata dia, hal tersebut dibuktikan saat usai acara Musda Golkar beberapa waktu lalu, pihaknya sempat mengontak Muntra untuk dijadikan pengurus Partai Golkar dengan tandatangan fakta integritas yang terlampir.
“Dengan adanya tandatangan fakta integritas tersebut, tidak benar pak Muntra dizolimi dalam Musda Golkar Badung,” tegasnya politisi asal Banyuatis Buleleng pada Rabu (2/6/2021).
Dikatakan, terkait pencalonan Pilkada Badung lalu, sejak awal pihaknya mendukung penuh, bahkan sampai mempertemukan sebanyak dua kali dengan Ketua Umum di Nusadua.
Tetapi, ketika rekomendasi keluar yang bukan Muntra dari DPP, yang sejatinya telah sesuai dengan juklak tersebut. Dan itu, lanjut dia di luar kewenangan Golkar Bali.
“Pasca keluarnya rekomendasi, saya hubungi Pak Muntra dengan harapan bisa aktif di pengurus, tapi tidak direspon, alasan sibuk di desa,” bebernya.
Tidak hanya itu saja, di tanggal 10 Maret 2021, pihaknya dapat mengirim surat untuk meminta kesediaan Muntra aktif sebagai pengurus, tetapi suratnya tidak direspon sampai sekarang.
Selain itu juga, pihaknya menilai Muntra yang tidak aktif menjadi menjadi Ketua Bakumham, padahal pada waktu itu banyak aduan masyarakat ke Golkar Bali. Sehingga pihaknya memutuskan untuk mengganti Muntra.
“Dengan adanya surat pengunduran ini, kami menghargai sebagai sesama teman dengan harapan nilai-nilai persahabatan dan kader Golkar tetap terjaga,” tandasnya. (m/kb)

















