Setahun Ciputra SMG Eye Clinic di Icon Bali, Layani Ratusan Pasien Operasi Lasik

DENPASAR, Kilasbali.com – Tidak hanya pasien dari Bali saja, Ciputra SMG Eye Clinic Bali hadir di Icon Bali Mall, Sanur, juga telah melayani pasien dari luar negeri. Bahkan, sejak berdiri setahun lalu, klinik ini telah melayani ratusan pasien.
Hal itu terungkap saat klinik Lasik ini memperingati setahun berdirinya di Icon Mall Bali, pada Sabtu (10/10). Peringatan ini juga diwarnai dengan peluncuran layanan operasi katarak berteknologi baru yang canggih dan aman bagi pasien.
Selain itu, juga memberikan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa operasi katarak gratis bagi 50 orang kurang mampu yang membutuhkan. Dilakukan secara bertahap sebanyak 10 orang, dan akan dilanjutkan bulan berikutnya.
General Manager of Ciputra Group, William Ciputra mengatakan, Ciputra SMG Eye Clinic Bali merupakan bagian dari kemitraan Ciputra Healthcare dan Singapore Medical Group (SMG) yang menyediakan layanan kesehatan mata dengan dukungan teknologi medis dan tenaga profesional berpengalaman.
“Ciputra SMG Eye Clinic telah hadir di Indonesia sejak 2015, dengan layanan yang mencakup koreksi penglihatan dan berbagai tindakan bedah mata. Untuk yang di Bali ini, merupakan cabang yang keempat,” tuturnya.
Sementara itu, Head Doctor & Ophthalmologist, dr. Ni Kompyang Rahayu, SP.M(K)., mengatakan, layanan operasi katarak ini untuk menyikapi permintaan masyarakat.
Menurutnya, Ciputra SMG Eye Clinic Bali melengkapi pilihan layanan kesehatan mata bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan gangguan penglihatan akibat katarak.
“Operasi katarak dengan teknik phacoemulsification yang didukung teknologi ultrasound modern membantu dokter melakukan tindakan secara lebih terkontrol dan presisi,” ujarnya.
Disebutkan, operasi katarak ini didukung teknologi seperti The New CENTURION® Vision System, by ALCON dan ZEISS OPMI LUMERA 700 memungkinkan visualisasi yang lebih detail selama prosedur serta membantu dokter menyesuaikan tindakan dengan kondisi setiap pasien.
Teknologi mikroskop ini mendukung berbagai prosedur bedah mata, termasuk operasi katarak, Refractive Lens Exchange (RLE), dan Implantable Collamer Lens (ICL).
“Melalui layanan tambahan ini, kami berharap semakin banyak masyarakat dapat memperoleh penanganan katarak yang tepat dan memiliki kesempatan untuk menikmati kualitas penglihatan yang lebih baik,” ujarnya.
Ophthalmologist, dr. Ni Luh Made Novi Ratnasari Sp.M., menambahkan, pasien WNA yang memanfaatkan layanan operasi lasik ini mulai dari Belgia, Australia, Perancis, hingga London. “Kalau dari Indonesia itu, selain Bali dari Denpasar, Singaraja, Jimbaran, dan Jembrana, yang terjauh itu dari Pontianak, kemudian Lombok, dan terakhir itu dari Jakarta, artis Miller,” tuturnya.
Sementara itu, dari pengakuan aktor Indonesia Fandy Christian, dirinya mengaku bersyukur telah mengikuti operasi lasik ini di Ciputra SMG Eye Clinic Bali.
Fandy yang minus sejak bangku SMP dan harus menggunakan lensa kontak, kini sudah tidak bergantung lagi dengan softlens.
“Proses tindakan Lasik sangat cepat, tanpa rasa sakit sama sekali, dan penglihatan langsung berangsur jernih setelah sampai di rumah,” ujarnya.
Dia mengaku, aktivitasnya kini lebih nyaman dalam dunia aktor. Karena lebih mudah saat berakting nangis. Termasuk juga aktivitas renang maupun bersauna.
“Saya juga merekomendasikan prosedur Lasik di SMG Ciputra kepada rekan-rekan sesama artis (seperti Zoe dan Miller) yang juga merasakan pengalaman positif serupa,” tandasnya. (Jus/kb)

















