Aksi Bersih Sampah di Mangrove Pesanggaran

DENPASAR, Kilasbali.com – Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, pemerhati lingkungan, serta unsur swasta melaksanakan aksi bersih sampah di kawasan hutan mangrove Pesanggaran, Indonesia Power, Denpasar, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan ini digelar serangkaian peringatan Hari Tumpek Wayang yang jatuh pada Sabtu (Saniscara Kliwon Wayang), 10 Oktober 2026.
Aksi bersih sampah yang dilaksanakan secara serentak di kabupaten/kota se-Bali tersebut merupakan upaya bersama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, khususnya dari pencemaran sampah plastik.
Kegiatan juga difokuskan pada pembersihan kawasan hutan mangrove, saluran air, drainase, dan sungai guna mengurangi potensi banjir akibat penumpukan sampah.
Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Made Dwi Arbani, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud sinergi pemerintah, Forkopimda, pihak swasta, dan pemerhati lingkungan dalam menangani persoalan sampah.
Melalui aksi bersama tersebut, seluruh pihak diharapkan semakin aktif menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah sampah, khususnya plastik, mencemari kawasan perairan dan ekosistem mangrove.
Pelaksanaan kegiatan sekaligus menjadi bagian dari implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.
Sebagai bentuk penerapan kebijakan tersebut, seluruh peserta diarahkan membawa botol minum guna ulang (tumbler) masing-masing untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai selama kegiatan berlangsung.
Untuk mendukung efektivitas aksi bersih sampah, peserta membawa perlengkapan kebersihan secara mandiri, seperti penjepit sampah, sarung tangan, dan karung. Sampah yang berhasil dikumpulkan selanjutnya ditempatkan pada titik pengumpulan untuk memudahkan proses pengangkutan menggunakan truk sampah.
Dari aksi bersih sampah di kawasan mangrove Pesanggaran, berhasil dikumpulkan sebanyak 3.559,53 kilogram atau sekitar 3,56 ton sampah yang tertampung dalam 777 karung. Capaian tersebut menunjukkan besarnya volume sampah yang mencemari lingkungan sekaligus pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat penanganannya.
Momentum peringatan Tumpek Wayang diharapkan dapat menjadi pengingat untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan. Melalui aksi nyata yang dilaksanakan secara berkelanjutan, seluruh elemen masyarakat diajak membangun kebiasaan menjaga kebersihan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Bali yang bersih, sehat, dan lestari. (M/kb)

















