Distan Tabanan Terjunkan Puluhan Petugas Cek Kesehatan Sapi Idul Adha

TABANAN, Kilasbali.com – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tabanan mengerahkan puluhan petugas kesehatan untuk memantau kelayakan hewan kurban menjelang Idul Adha pada 27 Mei 2026.
Pemeriksaan intensif dilakukan mencakup pemeriksaan ante mortem dan post mortem guna menjamin keamanan konsumsi masyarakat.
Kepala Bidang Peternakan dan Keswan Distan Tabanan, drh I Gede Parta Ariana, menjelaskan tim yang diterjunkan terdiri dari 18 dokter hewan internal yang didukung oleh personel dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).
Para petugas ini akan disebar ke berbagai lokasi penyembelihan hewan di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan.
“Mereka akan tugas di titik-titik atau tempat penyembelihan ternak kurban Idul Adha,” ujar Parta Ariana Jumat (22/5).
Titik penyembelihan tersebut mencakup masjid, musala, hingga lokasi khusus yang dipilih sebagai tempat pemotongan hewan kurban.
Merujuk pada data tahun lalu, terdapat sedikitnya 25 titik pemotongan, namun jumlah tersebut diprediksi masih bisa bertambah mendekati hari pelaksanaan.
“Nanti kan dilihat (perkembangannya) H-2 (hari penyembelihan). Kan biasanya ada yang tidak langsung motong (hari H) atau tambah tempat (penyembelihan) baru. Itu baru ketahuan di H-2,” imbuhnya.
Selain fokus pada penyembelihan lokal, Distan Tabanan mencatat lonjakan pengiriman sapi ke luar Bali yang mencapai 10 ribu ekor sejak Februari 2026.
Tabanan menjadi pusat pengurusan dokumen kesehatan karena memiliki enam titik kandang transit di wilayah Baturiti dan Kediri yang menampung sapi dari berbagai kabupaten di Bali.
“Karena kandang transitnya ada di Tabanan, maka diurus di (Dinas Pertanian) Tabanan,” jelas Parta Ariana.
Pihaknya menegaskan, lalu lintas ternak antarpulau ini dilakukan dengan pengawasan ketat dan hanya berlaku untuk pengiriman keluar Bali.
Hal ini sesuai dengan regulasi provinsi yang melarang masuknya sapi dari luar pulau demi melindungi kelestarian plasma nutfah sapi Bali.
“Sapi luar Bali tidak boleh masuk. (Hanya boleh) keluar saja,” tegas Parta Ariana merujuk pada aturan yang berlaku.
Saat ini, total populasi sapi di Kabupaten Tabanan mencapai kisaran 32 ribu ekor dengan konsentrasi populasi terbesar berada di wilayah utara.
“(Populasi) paling banyak di daerah utara seperti Baturiti dan Penebel. Kalau Pupuan lebih banyak kambing,” pungkasnya. (c/kb)

















