Penjualan Hewan Kurban di Tabanan Menurun Jelang Idul Adha

TABANAN, Kilasbali.com – Penjualan hewan kurban di Kabupaten Tabanan menjelang hari Idul Adha 1447 H/2026 M terpantau masih sepi dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi ekonomi yang lesu ditengarai menjadi pemicu utama berkurangnya minat masyarakat dalam memesan sapi maupun kambing.
Salah satu pedagang sekaligus peternak kambing di Jalan Anyelir, I Made Tulus, mengungkapkan bahwa pesanan tahun ini baru mencapai sekitar 50 persen dari periode yang sama pada 2025.
Jika di 2025 lalu ia mampu melayani hingga 300 ekor pesanan pada 15 hari jelang Idul Adha, saat ini jumlahnya masih jauh di bawah angka tersebut.
“Sekarang ini agak menurun penjualan hewan untuk kurban. Lagi-lagi faktor ekonomi tengah lesu,” ungkap Made Tulus pada Selasa (12/5).
Tulus yang sudah berternak kambing sejak 2001 merasakan daya beli masyarakat cenderung menurun.
“Tapi (laporan pertumbuhan ekonomi) dengan kenyataan di lapangan tidak sebanding, justru kondisinya terbalik. Kondisi ekonomi tidak sedang baik-baik saja,” sebutnya.
Mengenai harga, Tulus mematok nilai jual berdasarkan berat dan ukuran hewan. Khusus kambing kualitas super, harganya bisa menembus Rp 5 juta per ekor.
Namun, saat ini sebagian besar pembeli lebih banyak mencari hewan kurban dengan harga yang lebih terjangkau.
“Sekarang ini dominan banyak masyarakat yang mencari hewan kurban dengan harga rata-rata Rp 3 jutaan,” jelasnya.
Kondisi serupa juga dialami oleh Bapak Soli, seorang saudagar sapi asal Banjar Sema, Desa/Kecamatan Kediri.
Ia menyebut permintaan sapi untuk kebutuhan lokal Bali maupun pengiriman ke luar daerah mengalami penyusutan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Rata-rata mencapai tiga ribu ekor lebih permintaan untuk hewan kurban. Tetapi sekarang setengah dari itu,” ujarnya.
Meski permintaan sedang lesu, ia tetap optimis dan menganggap fluktuasi pesanan sebagai hal yang wajar dalam perdagangan hewan ternak.
Untuk sapi kurban, para pembeli biasanya memesan sapi dengan kriteria berat di atas 300 kilogram.
“Kadang turun kadang naik. Fluktuatif. Sedangkan untuk harga tergantung berat. Untuk hewan kurban biasanya pembeli pesan dengan berat di atas 300 kilogram,” bebernya. (c/kb)

















