Warga Tabanan Kini Bisa Operasi Ganti Sendi Lutut di RS Singasana

TABANAN, Kilasbali.com – Masyarakat di Kabupaten Tabanan yang menderita penyakit sendi kronis kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Denpasar untuk menjalani operasi ganti sendi lutut.
Sejak akhir 2025, Rumah Sakit (RS) Singasana telah mengembangkan layanan medisnya bagi pasien penderita Osteoarthritis.
Direktur RS Singasana, dr. Doddy Setiawan, menjelaskan bahwa pengembangan layanan ini didasari oleh tingginya angka kasus kerusakan tulang rawan yang ditangani pihak rumah sakit.
Hingga April 2026, tercatat sudah ada dua pasien yang sukses menjalani prosedur pembedahan tersebut di RSUD Singasana.
“Kami sudah melengkapi peralatan untuk operasinya serta sumber daya manusianya. RS Singasana sudah punya dokter bedah ortophedi meskipun masih berstatus dokter tamu,” ujar Doddy pada Rabu (8/4).
Berdasarkan data internal rumah sakit, jumlah penderita penyakit sendi degeneratif di wilayah ini cukup signifikan.
Sepanjang 2026 saja, RS Singasana telah menangani 127 kasus Osteoarthritis, sementara pada 2025 angka tersebut menyentuh 644 kasus.
Doddy memaparkan, penyakit ini umumnya menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat, kekakuan, hingga penurunan fungsi gerak pada sendi.
“Penyakit ini umumnya menyerang usia lanjut. Tetapi juga diderita orang yang menderita obesitas atau karena pernah mengalami cidera,” imbuhnya.
Meskipun fasilitas operasi sudah tersedia lengkap, Doddy mengakui bahwa sebagian besar masyarakat masih merasa khawatir untuk naik ke meja bedah.
Kebanyakan pasien lebih memilih penanganan konservatif seperti fisioterapi atau metode suntik untuk meredakan nyeri sementara akibat pengapuran sendi.
“Tindakan operasi biasanya disarankan jika tindakan fisioterari dan suntik sudah tidak bisa lagi. Tetapi keputusannya tetap diserahkan kepada pasien,” tegasnya.
Dalam operasi tersebut, tindakan implan akan dilakukan dengan mengganti bagian sendi lutut dengan logam yang umumnya berbahan platina.
Terkait biaya, pihak rumah sakit memastikan layanan operasi penggantian sendi ini sudah terintegrasi dengan jaminan kesehatan nasional.
Pasien peserta BPJS Kesehatan tidak perlu mengkhawatirkan biaya operasi karena prosedur ini sepenuhnya ditanggung oleh pihak jaminan.
Doddy merinci bahwa kisaran biaya pertanggungan dari BPJS berkisar antara Rp 30 juta hingga Rp 40 juta, yang disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi pasien.
Pasca-operasi, pasien nantinya tetap diwajibkan mengikuti program fisioterapi lanjutan untuk memulihkan fungsi gerak kaki agar kembali normal.
“Setelah operasi, pasien masih harus menjalani fisoterapi untuk memulihkan fungsi lututnya agar normal seperti semula,” pungkasnya. (c/kb)

















