Calon Kadis di Lelang Jabatan Pemkab Tabanan Presentasikan Inovasinya

TABANAN, Kilasbali.com – Calon kepala dinas (kadis) di Pemkab Tabanan mempresentasikan ide, gagasan, dan inovasinya dalam tahapan lelang jabatan yang mereka ikuti di Graha Yadnya Jayaning Singasana pada Selasa (7/4).
Di tahapan itu, para peserta ditantang memaparkan inovasinya sekaligus strateginya untuk memajukan daerah melalui sesi presentasi makalah dan wawancara.
Bahkan, tahapan penting juga diawasi Ombudsman RI Bali untuk memastikan transparansi sehingga proses lelang jabatan ini berjalan profesional dan bebas maladministrasi.
Ketua Panitia Seleksi (Pansel) sekaligus Sekda Tabanan, I Gede Susila, mengatakan bahwa sesi presentasi dan wawancana ini bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta dalam penguasaan terhadap tugas dari jabatan yang dilamar.
“Ini bukan sekadar presentasi, tetapi penajaman substansi. Kami ingin melihat sejauh mana peserta memahami persoalan dan mampu menawarkan solusi konkret,” kata Susila yang juga Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel) atau lelang jabatan tersebut.
Setiap peserta diberikan waktu total 30 menit, yang terdiri dari sepuluh menit pemaparan ide gagasan, dan 20 menit sesi tanya jawab oleh tim penguji. Dalam sesi ini, tim panitia juga melibatkan unsur pemerintah daerah dan akademisi profesional.
Susila menjelaskan, nilai akhir peserta nantinya merupakan akumulasi dari seluruh tahapan seleksi, mulai dari uji kompetensi, asesmen, hingga kualitas wawancara. “Semua komponen dinilai oleh masing-masing pansel, kemudian dirangkum menjadi nilai akhir,” jelasnya.
Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Wendhy Wijayanto, pejabat dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang datang dari Jakarta.
Ia melamar posisi Kadis Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja karena melihat potensi besar pada sektor UMKM di Tabanan.
Dalam paparannya, Wendhy mengusulkan adanya penguatan koperasi desa melalui integrasi program yang lebih inovatif.
“Perlu inovasi agar koperasi lebih aktif dan mampu mendukung perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Pria asal Surabaya ini mengaku sangat serius mengikuti proses seleksi meski harus menempuh perjalanan lintas pulau.
“Saya baru pertama kali ke Tabanan. Ikuti seleksi ini saya sudah dua kali bulak – balik Jakarta,” tandas Wendhy.
Tahapan presentasi dan wawancara ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari untuk total 20 peserta.
Hasil seleksi rencananya akan diumumkan pada 9 April 2026 mendatang, menyesuaikan dengan rampungnya hasil asesmen dari tingkat provinsi. (c/kb)

















