
MANGUPURA, Kilasbali.com – Bertajuk ‘First Blood’, akan digelar pertandingan boxing dan muay thai di Atlas Super Club, Berawa, Canggu, Bali, Sabtu (28/3).
Ajang pertandingan bertaraf internasional ini, merupakan event perebutan sabuk World Boxing Council (WBC) Asia Silver untuk pertama kalinya di Tanah Air.
Setidaknya terdapat delapan partai dalam ajang ini.
Partai puncak mempertemukan Rabowo Surya (Indonesia) melawan Aniwat Ngonsai (Thailand) dalam laga 8 ronde perebutan WBC Asia Silver Cruiserweight Championship.
Duel Indonesia vs Thailand ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan tinju profesional Indonesia di level Asia.
Rabowo mengaku melakukan persiapan dengan latihan keras. “Saya harap saat pertandingan hasilnya baik. Karena Thailand juga ingin menang,” ungkapnya seusai sesi timbang badan, Jumat (27/3).
Di sisi lain, Aniwat yakin 100 persen mampu mengalahkan Rabowo. “Dua puluh kali bertanding dan yakin menang,” tegasnya.
Sementara itu, perebutan WBC Muay Thai Indonesia Lightweight Championship akan mempertemukan Agung Wahyudi dan Arsy Ahmad dalam pertarungan 5 ronde yang diprediksi berlangsung sengit.
Ajang ini juga menjadi kebanggaan bagi Bali dengan tampilnya petinju asal Bali, Cakti Dwi Putra, yang menjalani debut profesional di kelas Welterweight dan siap tampil di hadapan publik sendiri.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Garuda Legacy Promotion (GLP), promotor olahraga tarung yang berdiri pada akhir 2025. Meski tergolong baru, GLP langsung menunjukkan komitmennya melalui penyelenggaraan event berstandar internasional.
GLP dipimpin oleh promotor dan tokoh tinju asal Rusia, Vadim Petrov, yang memiliki pengalaman panjang dalam industri tinju Eropa. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam dunia tinju, namun membutuhkan sistem pembinaan yang lebih terstruktur dan berorientasi internasional.
“Indonesia memiliki banyak talenta berbakat. Melalui Garuda Legacy Promotion, kami ingin menghadirkan standar pelatihan, disiplin, kesehatan, serta manajemen atlet yang lebih profesional agar para petinju Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia,” ujar Vadim Petrov. (Jus/kb)

















