Koper Pink Misterius Gegerkan Warga Pandak Gede Tabanan

TABANAN, Kilasbali.com – Penemuan sebuah koper berwarna merah muda (pink) di pinggir jalan tepat di depan SDN 1 Pandak Gede, Banjar Batanpoh, Kecamatan Kediri, sempat membuat geger warga setempat pada Selasa (7/7) sore.
Keberadaan benda misterius yang ditinggalkan orang tak dikenal tersebut memicu kekhawatiran hingga aparat kepolisian harus menerjunkan Tim Gegana ke lokasi kejadian.
Pihak kepolisian menerima laporan mengenai benda mencurigakan tersebut setelah warga melihat koper itu tergeletak tanpa pemilik di bawah pohon yang ada di sebelah barat sekolah.
Kapolsek Kediri, Kompol I Putu Budiawan, mengonfirmasi laporan adanya penemuan koper mencurigakan itu.
“(Keberadaan koper pink itu) diketahui pada Selasa (7/7) sore, sekitar pukul 16.00 Wita,” ujar Budiawan pada Rabu (8/7).
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, koper tersebut sebenarnya sudah terlihat berada di lokasi sejak tengah hari.
Seorang saksi mata yang merupakan pedagang setempat sempat melihat seorang pria dengan perawakan kurus mengenakan baju hitam tengah menarik koper pink itu dari arah utara sekitar pukul 12.00 Wita.
Namun, identitas pria tersebut belum bisa dipastikan karena saksi yang saat itu baru saja pulang berbelanja dari pasar itu tidak sempat memperhatikan detail wajahnya saat melintas. “Saksi tidak melihat secara pasti wajahnya,” imbuhnya.
Keterangan serupa juga disampaikan penjaga sekolah yang sempat mengira koper tersebut merupakan milik salah satu pembeli bakso yang tengah mangkal di depan sekolah.
Karena tidak menaruh curiga, saksi sempat pulang untuk beristirahat, namun saat kembali ke sekolah pada pukul 15.00 Wita, koper tersebut ternyata masih berada di posisi yang sama.
Tak ayal, keberadaan koper yang tidak jelas tuannya itu memantik kecurigaan hingga dilaporkan ke jajaran Pemerintah Desa Pandak Gede dan sampai ke pihak kepolisian.
Untuk memastikan keamanan, Tim Gegana dari Satbrimob Polda Bali tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 Wita dengan kekuatan sepuluh orang personel.
Dengan menggunakan sejumlah perangkat seperti mesin X-Ray dan metal detector, para petugas memindai isi koper sebelum dilakukan pembukaan secara manual oleh unit penjinak bom (Jibom).
Hasil pemeriksaan menyeluruh memastikan bahwa koper pink tersebut tidak berisi benda berbahaya maupun alat sabotase lainnya.
“Barang tersebut terpantau aman dan kosong. Selain itu, selama penanganan atau sterilisasi, nihil ditemukan adanya kecurigaan bahan peledak dan alat sabotasi lainnya,” tegas Budiawan.
Secara terpisah, pihak Pemerintah Desa Pandak Gede kemudian melakukan pemeriksaan terhadap rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar lokasi.
Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui siapa pemilik koper pink yang keberadaannya sempat meresahkan warga tersebut.
Perbekel Desa Pandak Gede, I Made Topik Wibawa, menyebutkan dalam rekaman dari CCTV yang berjarak sekitar 20 meter dari TKP itu memperlihatkan pergerakan seorang pria yang sengaja meninggalkan koper tersebut.
“Hasilnya, terlihat seorang pria berjalan kaki dari selatan membawa lalu meninggalkan koper sebelum melanjutkan perjalanan ke arah utara. Hingga kini identitas pria tersebut belum diketahui,” terangnya. (c/kb)

















