Harga Cabai Rawit di Tabanan Tembus Rp 90 Ribu Per Kilogram

TABANAN, Kilasbali.com – Harga komoditas cabai rawit merah di pasar tradisional Kabupaten Tabanan melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp 90.000 per kilogram pada pekan ketiga Februari 2026.
Kenaikan harga yang terjadi secara bertahap sejak awal bulan ini dipicu oleh faktor cuaca hujan yang menghambat hasil panen petani serta adanya peningkatan permintaan pasar.
Berdasarkan data monitoring Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan, tren kenaikan mulai terasa sejak 9 Februari lalu saat harga cabai rawit merah berada di angka Rp 78.000 per kilogram.
Namun, memasuki 18 Februari 2026, harga tersebut kembali melonjak drastis, diikuti kenaikan harga cabai merah keriting yang kini mencapai Rp 40.000 per kilogram dan bawang merah seharga Rp 33.000 per kilogram.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Tabanan, Ni Ketut Sukartini, menjelaskan bahwa minimnya pasokan akibat cuaca ekstrem menjadi penyebab utama ketidakstabilan harga ini.
Kondisi tersebut membuat ketersediaan barang di pasar tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat menjelang hari raya.
“Saat ini musim hujan, sehingga hasil panen kurang maksimal. Pasokan berkurang, sementara permintaan tetap ada bahkan cenderung meningkat,” ujar Sukartini pada Minggu (22/2).
Ia menambahkan, selain cabai, harga daging ayam ras juga mengalami kenaikan tipis menjadi Rp 43.000 per kilogram karena tingginya serapan pasar untuk kebutuhan program pemerintah.
Kenaikan harga yang cukup signifikan ini mulai dikeluhkan oleh masyarakat, terutama para ibu rumah tangga yang harus memutar otak guna mengatur keuangan dapur.
Lonjakan harga cabai rawit yang hampir menyentuh angka seratus ribu rupiah tersebut memaksa warga untuk mengurangi volume pembelian harian mereka.
“Biasanya beli setengah kilo untuk stok beberapa hari, sekarang beli seperempat kilo saja,” ungkap seorang ibu rumah tangga, Desak Ayu Sulastri, saat berbelanja di pasar tradisional
Ia berharap harga bumbu dapur utama ini dapat segera kembali stabil agar tidak semakin membebani daya beli masyarakat.
Untuk mengantisipasi adanya potensi lonjakan harga yang lebih tinggi, Disperindag Tabanan memastikan akan terus memantau pergerakan harga di lapangan secara berkala.
Petugas dijadwalkan kembali melakukan pengecekan langsung ke pasar-pasar pada Senin (23/2) untuk memastikan ketersediaan pasokan menjelang hari besar keagamaan.
“Kami akan cek kembali untuk harga di pasar, Senin besok, semoga tidak ada lagi kenaikan harga,” pungkas Sukartini. (c/kb)

















