Reload Sanctuary, Destinasi Kebugaran Terbaru Hadir Canggu – Bali

MANGUPURA, Kilasbali.com – Destinasi kebugaran terbaru dari LDS Group yakni Reload Sanctuary Bali, hadir di Jalan Canggu Padang Linjong, Kuta Utara, Badung, Bali. Gym ini resmi dibuka pada Jumat (20/2).
Reload Sanctuary Bali ini, merupakan destinasi kebugaran terbaru dari LDS Group, dan resmi dibuka sebagai evolusi penting dalam sektor gaya hidup premium Indonesia yang hadir di Canggu – Bali.
Lebih dari sekadar pusat kebugaran, Reload Sanctuary adalah tempat perlindungan kebugaran terintegrasi, sebuah destinasi di mana pelatihan, pemulihan, arsitektur, nutrisi, dan komunitas hidup dalam satu ruang yang penuh kesadaran.
LDS Group, Lal De Silva mengatakan, Reload pertama kali diluncurkan di Jakarta sebagai konsep pelatihan performa tinggi yang dibangun di sekitar struktur, akuntabilitas, dan hasil yang terukur.
“Konsep ini dengan cepat mendapatkan pengikut setia di kalangan profesional, pengusaha, dan atlet yang mencari lingkungan kebugaran yang fokus dan terarah. Reload bukan hanya sekadar gym tapi membangun gym terbaik di Bali, dan didedikasikan untuk setiap orang,” ungkap Lal De Silva.
Gagasan untuk membawa Reload ke Bali muncul selama diskusi strategis di Jakarta antara Lal De Silva dan Nicolas, yang kini menjabat sebagai CEO Reload Sanctuary Bali.
Menyadari posisi global Bali sebagai pusat kebugaran dan gaya hidup, mereka berdua melihat peluang untuk memperluas Reload melampaui sekadar pusat kebugaran menjadi sesuatu yang lebih imersif, sebuah tempat perlindungan.
Nicolas mengambil tanggung jawab untuk mewujudkan visi tersebut. Mulai dari mencari dan mengamankan lahan hingga mengawasi pembangunan, ia memainkan peran sentral dalam mengubah konsep menjadi kenyataan.
Proyek Bali ini membutuhkan identifikasi lokasi yang tepat, penyelarasan visi arsitektur, pengelolaan kontraktor, pembangunan tim, dan penataan operasional di seluruh fasilitas pusat kebugaran, layanan pemulihan, serta makanan dan minuman.
Sebagai CEO, Nicolas memimpin fase eksekusi, mendelegasikan tugas lintas departemen, menyusun tim multidisiplin, dan memastikan fondasi operasional sesuai dengan ambisi merek.
Kepemimpinannya menjembatani visi strategis dengan ketepatan operasional sehari-hari, memastikan Reload Sanctuary berfungsi sebagai ekosistem berperforma tinggi yang mulus.
Untuk mewujudkan identitas ruang Reload Sanctuary, LDS Group berkolaborasi dengan Andra Matin , salah satu arsitek paling terkemuka di Indonesia yang dikenal dengan desain minimalis dan kontekstualnya.
Tempat ini tidak dirancang sebagai pusat kebugaran konvensional. Tempat ini divisualisasikan sebagai tempat perlindungan, sebuah struktur yang terasa membumi, tenang, dan penuh kesadaran.
Andra Matin dan Lal De Silva mendekati proyek ini sebagai respons arsitektural terhadap gerakan dan lingkungan. Bangunan ini menyeimbangkan keterbukaan dengan privasi, kekuatan dengan ketenangan.
Palet material mencerminkan pengekangan dan keahlian: beton ekspos, batu alam, kayu hangat, dan cahaya alami yang tersaring menciptakan suasana yang menenangkan namun kuat. Warna-warna abu-abu tanah dan pasir mendominasi skema warna, melambangkan keseimbangan, fokus, dan umur panjang. Transisi antar ruang, dari area latihan intensitas tinggi ke zona pemulihan restoratif, berlangsung cair dan penuh tujuan.
Reload Sanctuary mengintegrasikan pelatihan performa, modalitas pemulihan, nutrisi terkurasi, dan program komunitas dalam satu lingkungan yang kohesif. Tempat ini dirancang untuk individu yang menghargai disiplin tetapi juga memahami pentingnya pemulihan dan keseimbangan.
Dengan pembukaannya di Bali, Reload Sanctuary menandai tonggak strategis bagi LDS Group, yang berekspansi dari perhotelan dan gaya hidup ke dalam kategori baru performa holistik. (jus/kb)

















