Jalan Akses Wisata Taro Berlubang Rusak Berat

GIANYAR, Kilasbali.com – Jalan yang menghubungkan tiga obyek wisata favorit di Desa Taro, Tegallalang, kondisinya memprihatinkan berlubang dan rusak berat. Bahkan, hingga kini belum tersentuh perbaikan.
Pihak desa sudah berulangkali mengajukan perbaikan ke Pemkab Gianyar, namun belum mendapat jawaban. Dikhawatirkan kondisi jalan ini mempengaruhi aktivitas pariwisata setempat.
Pantauan di lokasi, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama menuju Elephant Safari Park, obyek wisata Lembu Putih, dan Semara Ratih.
Ironisnya, sebagian besar badan jalan mengalami kerusakan berat. Lapisan aspal hancur, berlubang. Kondisi ini menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Padahal, jalur tersebut merupakan akses vital menuju destinasi wisata unggulan yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kerusakan jalan ini dikhawatirkan berdampak terhadap kunjungan wisatawan.
Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka, saat ditemui Senin (26/1), mengungkapkan bahwa pihak pemerintah desa telah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut yang nyata.
“Jalan ini kewenangan kabupaten, sehingga desa tidak bisa melakukan perbaikan. Kami sudah berkali-kali mengajukan permohonan karena jalur ini sangat penting bagi pariwisata dan aktivitas masyarakat. Tapi sampai sekarang belum ada respons,” ujarnya.
Kerusakan jalan tersebut tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga menyulitkan aktivitas warga setempat, khususnya masyarakat Banjar Dlod Sema.
Warga mengeluhkan akses menuju pasar, pusat pemerintahan, hingga fasilitas pendidikan menjadi terganggu akibat kondisi jalan yang licin dan rusak parah.
Pemerintah desa bersama masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Gianyar segera memberikan perhatian serius dan melakukan perbaikan. Mengingat, jalur tersebut memiliki peran strategis sebagai penopang pariwisata sekaligus urat nadi mobilitas warga Desa Taro. (Ina/kb)

















