tiket.com Hidupkan Potensi 61 UMKM Desa Wisata lewat Jagoan Pariwisata 2025

JAKARTA, Kilasbali.com – Pionir online travel agent (OTA) di Indonesia, tiket.com berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) mengumumkan para pemenang Jagoan Pariwisata 2025, sebuah program tahunan yang bertujuan memberdayakan pelaku usaha lokal di desa wisata melalui pendampingan, pelatihan, dan mentorship berkelanjutan.
Selama Agustus hingga Oktober 2025, para peserta mengikuti rangkaian pendampingan bersama mentor secara offline di Banyuwangi dan Bali pada Oktober lalu, dilanjutkan secara online. Total 121 t-Fams (karyawan tiket.com) terlibat langsung sebagai mentor dalam program Jagoan Pariwisata, mendampingi peserta dalam kompetisi bisnis terkait digitalisasi bisnis, peningkatan kualitas layanan (hospitality), dan praktik pariwisata berkelanjutan.
“Kolaborasi dengan tiket.com pada kegiatan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas untuk mengembangkan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan dengan semangat gotong royong. Semoga desa wisata tidak hanya menjadi destinasi yang menarik, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,” harap Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Enik Ermawati, Senin (24/11/2025).
Tahun ini, program berfokus pada empat jaringan JADESTA (Jejaring Desa Wisata) milik Kemenpar, yaitu Desa Wisata Tamansari dan Desa Wisata Osing Kemiren di Banyuwangi, Jawa Timur, serta Desa Wisata Taro dan Desa Wisata Les di Bali, dengan total dari 61 UMKM wisata lokal yang berpartisipasi.
Program ini tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga wadah kolaborasi yang memperkuat kapasitas sumber daya manusia desa wisata agar mampu bersaing secara global, sekaligus memperlihatkan komitmen tiket.com dalam mendukung pariwisata berkelanjutan dan inklusif.
Sebagai bagian dari inisiatif keberlanjutan Blibli Tiket Action, Jagoan Pariwisata 2025 kembali menghadirkan penghargaan khusus Sustainability Recognition, sebuah bentuk apresiasi kepada pelaku usaha yang dinilai berhasil mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam operasional pariwisata mereka, baik dari sisi ekonomi, sosial & budaya, maupun lingkungan.
Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan dalam payung Blibli Tiket Action, Jagoan Pariwisata bukan sekadar program pendampingan dan kompetisi, melainkan gerakan bersama untuk menghidupkan potensi desa wisata Indonesia.
Melalui apresiasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pelaku usaha wisata untuk terus mengembangkan model bisnis yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi komunitasnya.
“Semoga ke depannya sinergi antara tiket.com dan Kemenpar dapat terus terjalin erat, bersama-sama membangun sumber daya manusia yang unggul sebagai aset berharga bagi kemajuan pariwisata Indonesia.” kata Gaery Undarsa, Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com.
Hal ini menegaskan komitmen untuk terus mendukung pertumbuhan pariwisata Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lokal, diharapkan desa wisata dapat menjadi motor penggerak ekonomi kreatif sekaligus menjaga kekayaan budaya dan lingkungan Indonesia.
Adapun para pemenang Jagoan Pariwisata 2025 masing-masing, sebagai Best BeTi DeWi (Beli Kreatif Desa Wisata) adalah Kebon Studio (Les, Bali). Best Accommodation: Pesona Java Ijen Homestay (Tamansari, Banyuwangi), Best Tourist Attraction: Rumah Konservasi Kunang-Kunang [Bring Back The Light] (Taro, Bali), dan Best Digital Creative: Wanter Ethnic Collaboration (Kemiren, Banyuwangi).
Selain empat kategori pemenang utama, tiket.com juga memberikan Sustainability Recognition sebagai apresiasi kepada pelaku usaha yang menerapkan prinsip keberlanjutan dalam tiga pilar utama. Yaitu, Economic Sustainability kepada Ketut Agus Winaya, di mana Sentra Garam Les, dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui produksi garam tradisional yang melibatkan masyarakat desa secara langsung.
Social & Cultural Sustainability kepada Ni Wayan Sapnadewi, di mana Dulang Kayu Bali, diapresiasi karena mengintegrasikan nilai budaya dan keterampilan lokal ke dalam produk kerajinan yang menjaga identitas khas desa.
Serta Environmental Sustainability diberikan kepada Ribut Wiprapto, di mana Pertanian Organik, diakui atas komitmennya mengembangkan praktik pertanian ramah lingkungan yang memberikan dampak positif pada ekosistem desa. (Kb/djo)

















