
TABANAN, Kilasbali.com – Konflik antara manusia dan ular belakangan ini makin sering terjadi. Tak ayal, belakangan ini kerap ditemukan ular masuk rumah atau pekarangan rumah warga.
Demikian juga yang terjadi di Kabupaten Tabanan. Apalagi, saat ini sedang memasuki musim kawin bagi binatang melata tersebut.
Sepanjang Agustus 2025 ini, Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tabanan sudah ada sepuluh kejadian ular berbisa masuk rumah/pekarangan warga.
Karena itu, Kepala Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) di Satpol PP Tabanan, I Wayan Suakta, mengimbau warga untuk tidak panik dan menghubungi pihaknya untuk melakukan evakuasi.
“Usahakan segera hubungi petugas kami bila tidak mampu menangani. Ini juga untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Suakta, Selasa (26/8).
Ia menyebutkan, beberapa tahun terakhir ini, tidak sedikit layanan kedaruratan dan rescue (penyelamatan) yang masuk ke Unit Damkar Tabanan di luar tugas utama yakni memadamkan api saat peristiwa kebakaran terjadi.
Salah satu layanan yang diperlukan adalah evakuasi ular yang masuk pekarangan atau rumah warga.
Ditambahkan, sepanjang Agustus 2025 sampai saat ini pihaknya sudah melakukan evakuasi terhadap sepuluh ekor ular berbisa.
Ia memperkirakan, banyaknya ular yang masuk pekarangan atau rumah warga dimungkinkan terjadi karena habitatnya yang makin sempit akibat perkembangan pemukiman.
Ini membuat ular sering terlihat di wilayah pemukiman warga. Apalagi saat ini, sedang masuk musim kawin sehingga ular-ular keluar dari sarangnya untuk mencari pasangan.
“Habitatnya semakin terdesak oleh aktivitas manusia. Dulunya hutan dan perkebunan merupakan habitat mereka. Sekarang sudah menjadi permukiman,” pungkasnya. (c/kb)

















