Perumda Dharma Santhika Salurkan Telur Ayam Bahagia ke Marriott Group

TABANAN, Kilasbali.com – Perusahaan Umum Daerah atau Perumda Dharma Santhika Tabanan kembali menjalin kerja sama dengan jaringan hotel internasional di bawah bendera Marriott Group.
Dalam kerja sama terbarunya ini, Perumda Dharma Santhika menyalurkan komoditas telur ayam bahagia hasil ternak lokal di Desa Perean, Kecamatan Baturiti.
Telur ayam bahagia merupakan hasil ternak ayam yang dipelihara melalui sistem peternakan ramah lingkungan.
Telur itu dihasil oleh ayam-ayam yang dibiarkan hidup bebas di kandang luas dengan kesehatan yang tetap terjaga.
Penandatanganan kerja sama atau PKS antara Perumda Dharma Santhika dan Marriott Group ini berlangsung di areal peternakan milik I Nyoman Merta di Desa Perean pada Rabu (6/8).
Pendantanganan ini dihadiri langsung oleh Direktur Utama Perumda Dharma Santhika, Kompiang Gede Pasek Wedha. Sedangkan dari Marriott Group diwakili oleh Mr. Sander Looijen.
Selain itu, proses penandatanganan kerja sama ini juga disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga.
Ia juga sempat secara simbolis melepas pengiriman perdana ke seluruh hotel yang berada di bawah jaringan Marriott Group.
Menurut Dirga, kerja sama yang diupayakan Perumda Dharma Santhika ini merupakan strategi nyata untuk membangun rantai pasok lokal yang terintegrasi dengan industri pariwisata.
“Kalau Tabanan bisa jadi pemasok utama kebutuhan hotel, maka sektor pertanian akan naik kelas dan mampu menjadi penyumbang PAD yang signifikan,” kata Dirga.
Karena itu, ia mengajak peternak lainnya agar bisa memenuhi kebutuhan pasar selain meningkatkan produksi dan kualitas. “Ini bisa jadi role model (contoh),” imbuhnya.
Dirga menyebutkan, sampai saat ini sebagian besar pendapatan daerah Bali masih bersumber pada sektor pariwisata.
“Tapi kalau bisa diwujudkan produksi pertanian ini sebagai pemasok kebutuhan hotel, maka sektor pertanian akan menjadi ujung tombak peningkatan PAD di Tabanan,” bebernya.
Sebetulnya, sambung Dirga, ada beberapa potensi pertanian dan peternakan lokal lainnya yang bisa menembus industri wisata di Bali seperti daging babi dan ayam, sayur mayur, atau buah-buahan.
“Saat ini kualitas manggis, durian, hingga alpukat yang dihasilkan oleh petani Tabanan cukup bagus,” sebutnya.
Namun yang paling penting, kata Dirga, dengan pemasaran seperti ini, sektor pertanian bisa dilirik oleh generasi muda Tabanan sebagai bisnis yang menjanjikan.
“Saya berharapnya, pertanian ini bisa dimanfaatkan generasi muda Tabanan yang nantinya akan menjadi tulang punggung perekonomian daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Dirut Perumda Dharma Santhika, Kompiang Gede Pasek Wedha, menjelaskan dalam kerja sama ini baru tiga peternak yang dilibatkan.
Melalui kerja sama ini, telur ayam bahagia yang hendak disuplai mencapai tiga ribu butir dalam sehari.
Namun, pihaknya optimis, penyaluran telur ayam bahagia ini bisa dilakukan sebanyak 15 ribu sampai 20 ribu butir dalam sehari sesuai permintaan Marriott Group.
Karena itu, dukungan dari pemerintah untuk aktivitas peternakannya terus diupayakan melalui Dinas Pertanian.
Harapannya, peternak lokal lainnya bisa ikut ambil bagian sehingga bisa menembus pangsa pasar perhotelan.
“Mudah-mudahan ke depan kebutuhan hotel Marriott Group bisa kami penuhi, seiring dengan pembinaan yang dilakukan dinas terkait kepada sejumlah peternak di Tabanan,” kata Kompiang. (c/kb)

















