Komisi II DPRD Tabanan Minta Titik Longsor di SDN 1 Pandak Gede Ditutup

TABANAN, Kilasbali.com – Komisi II DPRD Tabanan meminta titik longsor pada pagar di SDN 1 Pandak Gede, Banjar Batanpoh, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri ditutup agar tidak semakin terkikis oleh air hujan.
Sedangkan untuk perbaikannya, Komisi II telah meminta agar Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Penataan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) dan Dinas Pendidikan (Disdik) memprioritaskannya pada APBD Perubahan 2025. Dua hal tersebut terungkap setelah Komisi II pada Sabtu (16/11) melakukan kunjungan lapangan ke SDN 1 Pandak Gede yang pagar di areal belakangnya longsor dan menutup saluran irigasi menuju Subak Gadon.
Kunjungan lapangan itu juga turut diikuti oleh anggota DPRD Tabanan yang juga berasal dari Desa Pandak Gede I Gusti Ketut Artayasa yang akrab disapa Ngurah Bobby. “Senin (18/11) kami mungkin akan komunikasi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) untuk menutup titik longsor itu,” ungkap anggota Komisi II DPRD Tabanan I Nyoman Wiyarsa.
Menurutnya, titik longsor itu penting untuk ditutup agar tidak semakin terkikis oleh air karena saat ini sedang musim hujan. “Kalau dibiarkan, karena ini musim hujan, bisa semakin tergerus,” imbuhnya.
Sementara ini, untuk keamanan, pihaknya sudah sempat berkomunikasi dengan para guru di SDN 1 Pandak Gede untuk mengingatkan para siswanya tidak bermain di areal longsor tersebut. Apalagi menurut perkiraannya, jarak antara pagar yang longsor dengan permukaan saluran irigasi di bawahnya sekitar 3,5 meter. “Sementara ini dipasang tali (di sekitarnya). Buat peringatan. Tapi kalau dibiarkan, karena ini musim hujan, bisa semakin tergerus itu,” tegasnya.
Menurutnya, karena longsor pada pagar di SDN 1 Pandak Gede itu disebabkan bencana, pihaknya meminta agar perbaikannya mendapatkan prioritas. Setidaknya, perbaikan itu akan diupayakan dalam APBD Perubahan 2025. “Harus diselesaikan segera karena itu berisiko untuk keselamatan siswa dan guru-gurunya,” pungkasnya.
Untuk itu, kunjungan lapangan yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Tabanan I Wayan Lara itu melibatkan pihak Dinas PUPRPKP dan Disdik Tabanan. Sehingga di saat itu juga bisa diambil kebijakan yang hendak ditempuh untuk perbaikannya. (c/kb)

















