Di-Swab, Pemuda Ogah Arak Ogoh-Ogoh

GIANYAR, Kilasbali.com – Meskipun pawai ataupun pengarakan ogoh-ogoh untuk perayaan Hari Raya Nyepi pada Maret 2022 diizinkan, Sekaa Truna Truni (STT) masih kebingungan.
Karena, syarat penggarapan ogoh-ogoh yang dibatasi hingga 25 orang dan wajib jalani Swab. Phobia hasil Swab positif dan harus dikarantina inilah yang diduga membuat banyak pemuda yang ragu-ragu ikutan Swab.
Dari informasi yang diterima, Rabu (23/2) sejumlah STT di desa yang menggelar pawai ogoh-ogoh di Gianyar, kini sedang kebingungan mencari calon peserta penggarap. Sebab banyak anggota STT yang menolak mengarak lantaran harus menjalani tes Swab. Mereka khawatir, justru lantaran ikut Swab dan jika hasilnya positif maka wajib menjalani karantina.
Salah seorang pengurus STT di Blahbatuh, Gianyar mengaku jika pihaknya kesulitan mencari pengarak ogoh-ogoh. Bahkan pihaknya harus melakukan pendekatan ke rumah-rumah anggotanya untuk mendapatkan peserta yang akan mengarak ogoh-ogoh.
Hal ini dilakukan karena banyak yang tidak mau karena harus Swab. “Kami bahkan harus memohon-mohon agar teman-taman bersedia di-Swab supaya arak-arakan terlaksana. Kan malu memperjuangkan arak-arakan ogoh-ogoh, namun akhirnya tak ada peserta,” ungkapnya.
Untuk memastikan mendapatkan tukang arak ogoh-ogoh, pengurus STT bahkan membutuhkan waktu sampai tiga hari. Selain mendatangi anggota satu-satu ke rumahnya, pendekatan tanggung jawab di adat juga dijadikan alasan.
Sebab, selain mencari 25 orang tukang arak, mereka juga harus menyiapkan anggota cadangan. Karena ditakutkan saat hari H pengambilan Swab, yang bersangkutan tak bisa ikut karena sakit. “Sudah berjuang agar mendapatkan izin, malah mencari pengarak ogoh-ogoh sangat sulit. Kami harus berhari-hari mencari peserta,” sesalnya.
Kepala Dinas Kesehatan Gianyar, Dokter Ida Komang Upeksa mengatakan, terkait Swab antigen pengarakan ogoh-ogoh, pihaknya di Dinkes Gianyar siap memfasilitasi jika ada permintaan. Namun sejauh ini, kata dia, belum ada STT yang mengajukan untuk difasilitasi Swab.
“Harus ada permintaan dari STT sebagai dasar pengeluaran swab antigen dan pelaksanaan, kecuali untuk tracing testing kontak erat untuk menurunkan laju penularan,” ujarnya.
Namun saat ditanya apakah Swab akan digratiskan untuk pengarak ogoh-ogoh, Upeksa tak bisa menegaskan. Ia pun meminta agar hal tersebut dikonfirmasi langsung ke Dinas Kesehatan Provinsi Bali. (ina/kb)

















