
DENPASAR, Kilasbali.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar mengimbau masyarakat untuk lebih waspada karena Badai La Nina diprediksi akan terjadi pada Bulan November hingga Februari. La Nina juga diprediksi meningkatkan curah hujan hingga 70 persen di Kota Denpasar.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa, Selasa (1/11/2021) mengatakan Badai La Nina identik dengan hujan deras disertai dengan angin kencang. Karenanya, dalam mencegah hal yang tidak diinginkan, BPBD Kota Denpasar menyiagakan seluruh personil di 4 Pos disertai dengan peralatan lengkap.
Pria yang akrab disapa Gus Joni ini menjelaskan pihaknya secara intens terus berkordinasi dengan BMKG. Sehingga upaya mencegah terjadinya resiko yang tidak diinginkan dapat dioptimalkan sedini mungkin.
“Sesuai dengan prediksi BMKG bahwa Badai La Nina akan terjadi pada Bulan November hingga Februari, dan kami imbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,” ucapnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk menunda bepergian jika terjadi hujan lebat. Namun demikian, jika terpaksa untuk bepergian agar menghindari berteduh atau berdekatan dengan pohon perindang yang besar, papan reklame serta piranti ketinggian lainya.
Gus Joni berharap masyarakat ikut berperan aktif untuk memberikan informasi berkaitan dengan keberadaan pohon perindang yang membahayakan. Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak membuang sampah sembarangan untuk mengindari banjir.
“Kami juga telah berkordinasi bersama OPD terkait seperti DLHK untuk optimalisasi perompesan pohon dan DPUPR untuk normalisasi alur sungai, perawatan tebing dan terasering yang rawan longsor. Warga juga bisa menghubungi BPBD Kota Denpasar melalui saluran telepon di 112 atau 0361 223333. Warga kota juga diimbau untuk memantau kerawanan bencana lewat Aplikasi Inarisk dan Info BMKG,” pungkasnya. (sgt/kb)

















