
TABANAN, Kilasbali.com – Memperingati Bulan Bung Karno, Pemerintah Kabupaten Tabanan melakukan ‘Gerakan Serentak Penanaman Pohon’. Kegiatan itu dilakukan di Muara Sungai Yeh Ho, Banjar Pasut, Desa Tibubiu, Kerambitan, Tabanan, Senin (21/6/2021).
Jumlah bibit yang akan di tanam sebanyak 5.030 bibit pohon, diantaranya 4.000 mangrove, 1.000 bibit pohon sawo kecik, sirsak, cempaka, juet, dan 30 bibit pohon sukun. Metode pelaksanaan penanaman pohon mangrove akan di tanam di enam kecamatan yang memiliki pantai, secara bertahap
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengatakan, gerekan ini linier dengan nasional dan juga Provinsi Bali. “Kabupaten Tabanan wilayahnya sangat luas, dan juga ada pantai, sehingga saya menanam bibit pohon mangrove dan bibit pohon sukun,” ucap Sanjaya.
Dia menambahkan, aksi penghijauan ini adalah salah satu langkah konkrit. Bukan retorika dalam merawat bumi dan pertiwi sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
“Agar bumi bisa terawat kedepannya kalau ada waktu baik masyarakat, adat maupun Desa mari kita menjaga lingkungan dengan terus menanam pohon,” ajak Sanjaya.
Dalam gerakan tersebut, selain menanam bibit pohon, juga diisi dengan kegiatan penuangan eco enzyme ke sungai yang juga dilakukan Ketua DPRD Tabanan, Wakil Bupati Tabanan, Sekretaris Daerah Tabanan serta peserta yang hadir.
Relawan Eco Enzyme Nusantara Tabanan, Ni Wayan Yuli Ekayani menambahkan dengan menuangkan eco enzyme itu manfaatnya bisa menjernihkan air. Kata dia, partikel – partikel yang tidak baik yang ada dalam air akan di bunuh oleh mikroba yang ada di eco enzyme secara berlahan.
“Eco enzyme ini bisa menjernihkan air dan kalau ada partikel – partikel yang tidak baik di dalam air akan di bunuh oleh mikroba secara berlahan yang ada di eco enzyme,” tandas Ni Wayan Yuli Ekayani. (gsd/kb)

















