
JEMBRANA, Kilasbali.com – Polres Jembrana terpaksa menghadiahkan timah panas pada kaki dua orang pelaku pencurian dan pemberatan spesialis pembobol toko. Pasalnya, pelaku yang merupakan residivis ini, yakni Moch Sa’et (39) dan Maden (32) asal Bondowoso ini berusaha kabur saat akan dilakukan pegembangan.
“Kedua pelaku terpaksa ditembak betisnya, saat cari barang bukti ke Bondowoso. Pelaku melawan dan berusaha melarikan diri,” kata Waka Polres Jembrana, Kompol Supriadi Rahman didampingi Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yogie Paramagita, Senin (16/9/2019).
Menurutnya, penangkapan para pelaku ini berawal dari laporan masyarakat yang tokonya dibobol orang tak dikenal. Mendapat laporan tersebut, pihaknya segera melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti.
Aksi para pelaku inipun, terekam CCTV. Berbekal rekaman itu, anggotanya pun melakukan pengejaran. “Saat melintas di wilayah Pulukan, anggota kami melihat ciri-ciri seperti pada rekaman CCTV. Saat didekati, pelaku tiba-tiba berusaha kabur,” ungkapnya.
Kejar-kejaran dengan pelaku inipun berlangsung. Dan dengan dibantu warga, akhirnya pelaku berhasil dibekuk. “Kedua pelaku ini juga sudah merencanakan untuk membobol toko lain,” jelasnya.
Sebelumnya dua toko di wilayah Jembrana dibobol maling. Toko Sari Buana di Banjar Pengeragoan Dauh Tukad, Desa Pengeragoan Kecamatan Pekutatan mengalami kehilangan barang dagangan berupa 60 slop rokok berbagai merk dan uang tunai Rp 8,9 juta dengan total kerugian Rp 25,9 juta.
Berikutnya, Toko Jaya Makmur di Banjar Yeh Sumbul, Barat, Desa Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo, mengalami kehilangan 69 slop dan 137 bungkus rokok berbagai merk dengan total kerugian Rp 20 juta. (gus/kb)

















