
NEGARA, Kilasbali.com – Sekelompok warga mencoba menyelamatkan hiu yang terdampar di Kawasan Pantai Karang Impian, Banjar Sumbersari, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Senin (10/6/2019) pagi. Sayangnya usaha warga itu gagal, dan hiu itu akhirnya mati.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Banjar Sumbersari, I Ketut Subanda mengatakan, terdamparnya hiu ini merupakan peristiwa langka dan baru pertamakali terjadi di Jembrana selama satu dekade terakhir.
“Hiu tersebut ditemukan pertamakali oleh anggota Pokdarwis, I Putu Singkong di pinggir pantai setempat, sekitar pukul 06.30 WITA,” ujarnya.
Saat ditemukan, kondisi mamalia laut ini sudah lemas, namun masih bisa bergerak. Warga pesisir yang mengetahui adanya Hiu terdampar, selanjutnya berusaha menyelamatkannya dengan mendorong kembali ke tengah. “Namun usaha warga tidak berhasil, hiu akhirnya mati,” tuturnya.
Menurutnya, petugas dari bidang Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Pengambengan (PSDKL) Pengambengan, langsung turun kelokasi melakukan pengecekan.
Pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan ini meneliti jenis dan juga penyebab hiu tersebut terdampar. “Hiu yang terdampar itu merupakan jenis Carcharinus longimanus yang masih satu famili dengan Hiu Koboy,” kata Petugas PSDKL yang memimpin pengecekan, Albertus Septiono.
Setelah dilakukan identifikasi fisik Hiu, diketahui panjang tubuhnya sekitar 2,84 meter, lingkar badan 80 cm dan seluruh bagian tubuh dipastikannya masih utuh. “Tidak ada luka pada tubuh hiu,” ujarnya.
Bangkai Hiu ini langsung dievakuasi untuk penyelidikan lebih lanjut. Petugas dari PSDKL Pengambengan membawa bangkai ikan hiu tersebut untuk dibekukan di cold storage di Pengambengan.
Menurutnya, petugas selanjutnya akan membedah tubuh Hiu tersebut untuk memastikan sebab-sebab kematiannya.
“Hiu ini bukan ikan yang termasuk dilindungi. Tapi kami akan cari tahu apa penyebab sampai terdampar dan mati dipantai,” ungkapnya. (gus/kb)

















