
GIANYAR, Kilasbali.com – Pembatasan petugas security setelah adanya CCTV, justru dijadikan peluang bagi pelaku pencurian.
Bahkan seorang pelaku yang identitas masih didalami, sedikitnya sudah membobol tiga tempat usaha dan satu tempat dibobol berulang. Ciri-ciri pelakunya sama, dan wilayah sasarannya tempat usaha di kawasan Wisata Ubud dan sekitarnya.
Dari rekaman CCTV yang beredar di media sosial, netizen dan korban kini menduga aksi tersebut dilakukan pelaku yang sama. Terlebih setelah mencocokkan rekaman CCTV dari sejumlah lokasi, ciri fisik, gerak serta cara berpakaiannya juga sama. Dimana pelaku mengenakan hoodie dan celana pendek.
Dari rekaman CCTV yang beredar terakhir, di sebuah toko minuman di kawasan Peliatan, Ubud, terjadi pada 5 September 2026. Sebelumnya, Huma Cafe di Tegalalang juga dibobol pada 2 September 2026.
Pengelola Huma Cafe, Diah Yupita, mengatakan kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Tegallalang. Namun, hingga kini pihaknya masih menunggu perkembangan penyelidikan. “Setiap kami follow up selalu bilang masih di lidik sampai sekarang,” ujar Diah, Jumat (10/9).
Menurut Diah, Huma Cafe juga pernah mengalami pencurian pada 2023. Kasus tersebut hingga kini belum terungkap. Sejumlah vila dan tempat usaha di kawasan Tegallalang juga disebut pernah mengalami kejadian serupa.
Kasus dengan ciri pelaku yang disebut mirip juga terjadi di sebuah kafe di Tampaksiring pada 22 Mei 2026. Sementara di Payangan, sebuah usaha di kawasan utara RS Payangan dilaporkan dibobol pada 15 Maret 2025.
Para korban berharap polisi mencocokkan rekaman CCTV dari sejumlah lokasi untuk memastikan apakah aksi-aksi tersebut berkaitan dan dilakukan oleh pelaku yang sama.
Wakapolres Gianyar Kompol Willa Jully Mendissa mengatakan polisi masih menyelidiki rangkaian kasus tersebut. Penanganan dilakukan jajaran Polsek bersama Satreskrim Polres Gianyar. “Polsek dan Satreskrim masih bekerja di lapangan, perkembangan akan kami sampaikan,” ujarnya. (ina/kb)

















