
GIANYAR, Kilasbali.com – Pengusaha di Kabupaten Gianyar kembali dibuat resah oleh aksi pencurian. Huma Cafe di Kecamatan Tegallalang bahkan harus mengalami kejadian serupa untuk kedua kalinya.
Kali ini, pelaku tidak hanya membawa kabur sejumlah barang berharga, tetapi diduga sempat mengacak-acak sistem keamanan kafe untuk memuluskan aksinya.
Dari rekaman CCTV, pelaku terlihat datang dari arah barat melalui kawasan persawahan. Wajahnya ditutupi masker dan kepala mengenakan hoodie. Pelaku juga menggunakan sarung tangan dan celana pendek.
Salah satu ciri yang terekam kamera adalah tato pada bagian kaki.
Sebelum masuk ke sejumlah ruangan, pelaku terlihat beberapa kali mengubah posisi kamera CCTV.
Kamera di area tamu, kebun, bar hingga kitchen menjadi sasaran. Pelaku kemudian merusak gembok rolling door di area bar. Setelah berhasil masuk, kamera kembali diarahkan menjauh dari jalur pergerakannya.
Dari area bar, pelaku menuju kitchen dan storage.
Di ruangan penyimpanan tersebut, pelaku membongkar brankas yang terpasang pada tembok.Brankas berbobot sekitar 20 kilogram dengan ukuran 42 × 35 × 30 sentimeter itu diduga dilepaskan menggunakan alat yang ditemukan di area kitchen.
Selain brankas, sejumlah barang lainnya ikut hilang. Di antaranya Redmi Pad 2, handphone Samsung A14, mesin EDC BCA, mesin EDC Mandiri, berkas penting dan nota.
FNB Project Manager Huma Cafe, Made Feby Prasetya, mengatakan kejadian tersebut telah dilaporkan ke kepolisian. “Kejadian ini sudah kami laporkan ke Polsek,” ujarnya.
Manajemen kini menyerahkan proses penyelidikan kepada polisi. Rekaman CCTV dan sejumlah barang bukti di lokasi telah diamankan untuk membantu mengungkap pelaku.
Feby berharap pelaku segera ditangkap. Terlebih, menurutnya, aksi pencurian tempat usaha juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Gianyar.
Mulai dari kawasan Ubud hingga Tampaksiring, sejumlah tempat usaha disebut turut menjadi sasaran pencurian. Ia bahkan melihat adanya kemiripan ciri pelaku dengan kasus pencurian di tempat usaha lainnya.
“Ciri-ciri pencuri yang melakukan pencurian di tempat lain, seperti di toko botol minuman, sama seperti pelaku di tempat kami. Semoga aparat bisa mengungkap kasus ini, karena sangat meresahkan,” tegasnya.
Kasus ini kini menjadi perhatian manajemen Huma Cafe. Selain menghitung total kerugian, pihaknya juga berharap pengungkapan kasus dapat mencegah aksi serupa kembali terjadi di tempat usaha lainnya. (Ina/kb)

















