Perumda SS Serap 300 Ton Beras Lokal Tabanan Tiap Bulan

TABANAN, Kilasbali.com – Perumda Sanjayaning Singasana (SS) rupanya ikut ambil bagian dalam program ketahanan pangan nasional dengan menyerap hasil panen petani di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan.
Setiap bulannya, perusahaan daerah ini tercatat mampu menampung rata-rata 270 hingga 300 ton beras langsung dari tangan produsen lokal.
Langkah strategis ini diambil untuk menjamin kepastian pasar bagi para petani di Tabanan pasca musim panen tiba.
Dengan adanya sistem penyerapan ini, para petani diharapkan tidak lagi mengalami kebingungan dalam mendistribusikan hasil jerih payah mereka sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
Direktur Bisnis Perumda Sanjayaning Singasana, I Made Pasek Darma Sugiharta, menegaskan bahwa pihaknya memberikan prioritas utama bagi komoditas pangan asli daerah guna menjaga stabilitas ekonomi kerakyatan.
“Serapan beras ke perumda itu rata-rata sebulan mencapai 270-300 ton. Jadi kami memang mengutamakan beras dari petani lokal Tabanan,” ujar Pasek pada Rabu (8/7).
Beras yang telah dihimpun dari berbagai kecamatan tersebut kemudian disalurkan kembali ke berbagai sektor strategis di seluruh Bali.
Cakupan distribusinya meliputi industri pariwisata seperti hotel dan restoran, jaringan toko modern, hingga pemenuhan kebutuhan pokok bagi kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Selain untuk sektor komersial, beras hasil petani lokal ini juga dialokasikan untuk menyokong program prioritas pemerintah lainnya.
Misalnya, Perumda SS memasok kebutuhan beras ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mensukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Meski volume penyerapan cukup tinggi, operasional perumda saat ini masih terbatas pada komoditas beras yang sudah melalui proses penggilingan.
Pihak perusahaan belum dapat menampung gabah mentah karena belum memiliki infrastruktur pengolahan mandiri yang memadai.
“Untuk gabah belum bisa kami serap karena belum tersedia mesin RMU,” jelas Pasek.
Program penyerapan ini merupakan bagian integral dari kebijakan terpadu yang digulirkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan dari sektor hulu hingga hilir.
Sebelum memasuki fase penyerapan hasil panen, pemerintah melalui Dinas Pertanian telah memberikan bantuan puluhan ton benih padi kepada kelompok subak yang mengelola ratusan hektare lahan pertanian di Tabanan. (c/kb)

















