Pemkab Tabanan Rilis Katalog Jayaning Singasana untuk UMKM

TABANAN, Kilasbali.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan menerbitkan Katalog UMKM Jayaning Singasana Tahun 2026.
Pembuatan katalog ini bertujuan untuk mempromosikan sekaligus mengangkat berbagai produk lokal unggulan dari sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Katalog dalam format buku elektronik (e-book) ini menampilkan beragam produk lokal unggulan, sehingga UMKM yang memperdagangkannya punya daya saing nasional atau internasional.
Publikasi digital tersebut memetakan berbagai sektor kreatif, mulai dari kuliner tradisional seperti daluman hingga inovasi modern seperti kopi kekinian dan olahan pangan kreatif lainnya.
Kehadiran platform ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran sekaligus memperkenalkan identitas unik ekonomi kreatif Kabupaten Tabanan kepada publik.
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menegaskan bahwa penerbitan katalog ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
Ia menilai sektor UMKM memiliki peran penting sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang harus diberikan ruang promosi seluas-luasnya.
Melalui katalog tersebut, pihaknya ingin memberikan ruang promosi yang lebih luas bagi para pelaku usaha lokal sekaligus memperkenalkan identitas dan kekayaan produk khas Tabanan kepada masyarakat nasional maupun internasional.
“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan produk-produk unggulan Tabanan semakin dikenal dan memiliki daya saing yang kuat,” ujar Sanjaya pada Senin (15/6).
Ia menambahkan, penguatan sektor ini sejalan dengan visi pembangunan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).
Menurutnya, pemberdayaan UMKM bertujuan untuk membangun kemandirian masyarakat serta menciptakan lapangan kerja secara berkelanjutan.
“Pemberdayaan UMKM bukan hanya soal peningkatan ekonomi, tetapi juga tentang membangun kemandirian masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat identitas daerah,” sambungnya.
Senada dengan itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tabanan, I Gusti Made Darma Ariantha, menyebut katalog ini sebagai langkah taktis dalam mempromosikan ekosistem kreatif daerah.
Ia melihat adanya pergeseran paradigma di mana UMKM kini diposisikan sebagai instrumen diplomasi ekonomi daerah.
“Penerbitan katalog Jayaning Singasana merupakan langkah strategis yang berakar pada visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Dalam paradigma pembangunan saat ini, UMKM tidak lagi dipandang sekadar sebagai unit usaha penopang ekonomi, melainkan telah menjadi pilar strategis pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” jelas Darma Ariantha.
Darma Ariantha melanjutkan, sinergi antara kebijakan pemerintah dan daya kreasi masyarakat sangat penting untuk menciptakan kemandirian ekonomi yang inklusif. Katalog ini menjadi bukti nyata bahwa produk lokal mampu bersaing secara kompetitif di pasar global.
“Pergeseran paradigma ini menandai era baru pemberdayaan UMKM yang tidak lagi bersifat pasif,” sambungnya.
Sektor UMKM, lanjutnya, kini menjadi instrumen diplomasi ekonomi daerah yang mampu memperkenalkan kearifan lokal Singasana ke kancah yang lebih luas, bahkan global.
“Kurasi yang tersaji dalam katalog ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah dan daya kreasi masyarakat mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tabanan, I Gede Nengah Sugiarta, memastikan katalog tersebut disusun secara komprehensif guna memudahkan akses konsumen.
Setiap produk yang tercantum telah dilengkapi dengan informasi kontak langsung agar mempermudah interaksi antara pembeli dan pelaku usaha.
Setiap entitas usaha dalam katalog ini dilengkapi dengan informasi kontak serta deskripsi produk sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengenal dan menghubungi pelaku usaha secara langsung.
“Secara keseluruhan, publikasi ini menjadi panduan komprehensif bagi masyarakat untuk mengeksplorasi potensi kewirausahaan yang berkembang di Kabupaten Tabanan,” tutur Sugiarta. (c/kb)

















