
DENPASAR, Kilasbali.com – Presiden Prabowo Subianto diharapkan hadir dan membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026. Kehadiran kepala negara menjadi salah satu agenda yang sangat diharapkan oleh pemerintah daerah dan masyarakat Bali untuk membuka secara resmi pesta kesenian akbar bergengsi tersebut.
PKB 2026 dijadwalkan berlangsung selama sebulan penuh, mulai dari 13 Juni 2026 bertempat di Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar. Sedangkan pawai (peed aya) PKB dilangsungkan di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Bajra Sandhi), Denpasar.
Ketua Panitia PKB 2026 yang Kadis Kebudayaan Provinsi Bali Ida Bagus Alit Suryana mengatakan, PKB 2026 ini mengangkat tema utama “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” yang bermakna pemuliaan dan penyucian jiwa manusia menuju kesempurnaan yang paripurna, jernih, dan suci. Semua sajian akan mengacu pada tema tersebut, baik disampaikan melalui sajian gerakm music, tembang atau pesan-pesan dan makna.
Pelaksanannya, pasti ada yang beda dari pelaksanaan tahun sebelumnya. Meski menyajikan agenda yang sama, tetapi isian dan sajiannya pasti berbeda, karena digarap dan disajikan oleh orang yang berbeda pula.
Partisipan luar daerah dan luar negeri juga beragam sebagai bukti pesta seni milik masyarakat Bali itu tetap menggema di berbagai belahan dunia.
PKB 2026 juga diikuti oleh partisipan mancanegara. Terdapat sekitar 10 peserta atau kelompok seni luar negeri (mencakup 260 seniman) yang hadir untuk memeriahkan Bali World Culture Celebration (BWCC) melalui kolaborasi seni dan pertunjukan budaya. Tim kesenian yang berpartisipasi itu berasal dari New York (Amerika Serikat), China, Timor Leste, Korea, Jepang, India, dan Hongkong.
Selanjutnya partisipan Nusantara mengalami peningkatan signifikan yang kini diikuti sebanyak 955 orang untuk menampilkan ragam kebudayaan nusantara. Peserta luar daerah provinsi Bali berasal dari berbagai wilayah seperti Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten, dan Kalimantan Tengah.
Pawai budaya (peed aya) masih menjadi perhatian masyarakat, sehingga sajian ini dikemas menarik dan padat, namun tetap mengimplementasikan keunggulan budaya masing-masing daerah di Bali. Pembukaan acara dipusatkan di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Bajra Sandhi), Renon.
Peed Aya akan mengambil rute di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, dimulai dari pertigaan Jalan Ir. H. Juanda melintasi Jalan Kusuma Atmaja.
Setiap kabupaten dan kota akan menampilkan kekayaan tradisi, garapan seni tematik kolosal, serta cerita rakyat khas daerah masing-masing. Partisipasi Kabupaten/Kota: Sebanyak 9 kabupaten dan kota se-Bali secara bergiliran menampilkan pawai tematik. Peed Aya tahun ini akan dibuka dengan Tari Siwa Nataraja dan diramaikan oleh lebih dari 20 ribu seniman
Pesta Kesenian Bali (PKB) menyajikan 10 agenda atau materi pokok yang menjadi pilar festival. Agenda-agenda tersebut meliputi pertunjukan seni, pameran, hingga sarasehan budaya. (Jus/kb)

















