Pedagang Pasar Senggol Gajah Mada Direlokasi Mulai Juni

TABANAN, Kilasbali.com – Para pedagang Pasar Senggol di Jalan Gajah Mada dipastikan akan direlokasi ke areal Gedung Kesenian I Ketut Maria mulai Juni 2026 mendatang.
Pemindahan sementara ini merupakan bagian dari tahapan awal pengerjaan proyek penataan Jalan Gajah Mada dan revitalisasi Terminal Pesiapan.
Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gede Partana, menjelaskan bahwa rencana relokasi tersebut telah disepakati oleh para pedagang dalam sosialisasi yang digelar Kamis lalu.
Setelah pengerjaan fisik di Terminal Pesiapan rampung pada akhir 2026, barulah para pedagang dipindahkan secara permanen ke lokasi dengan konsep pusat ekonomi modern.
“Target kami mulai penataan pada Jalan Gajah Mada Tabanan dan revitalisasi Terminal Pesiapan mulai awal Juni ini dengan target selesai pengerjaan akhir Desember,” ujar Partana pada Kamis (7/5).
Partana menegaskan, relokasi ke halaman Gedung Maria dilakukan agar aktivitas ekonomi pedagang tetap berjalan selama proses konstruksi di jantung kota berlangsung.
Jadwal pemindahan ini telah diatur sedemikian rupa agar selaras dengan progres tender yang sedang berjalan di instansinya. “Kalau (pindah) ke Terminal Pesiapan mulai akhir Desember 2026,” imbuhnya.
Rencana pemindahan ini mendapatkan respons positif dari sejumlah pedagang. Misalnya dari Homaidi, salah satu pedagang dari Banjar Tunggal Sari, Desa Dauh Peken, Tabanan.
Ia mendukung rencana Pemkab Tabanan yang berkeinginan menata Jalan Gajah Mada dan merevitalisasi Terminal Pesiapan sebagai pusat ekonomi modern untuk kemajuan bersama.
“Selaku pedagang ya mendukung dan setuju saja apa yang jadi keinginan pemerintah. Apalagi pemerintah ingin perubahan,” jelasnya.
Kendati demikian, ia juga menyampaikan adanya kekhawatiran dari sejumlah pedagang mengenai potensi munculnya pedagang liar baru di Jalan Gajah Mada usai ditata ulang.
Untuk itu, ia berharap Satpol PP melakukan pengawasan ketat agar pembeli tetap terpusat di lokasi relokasi dan tidak beralih ke pedagang rombong yang nekat berjualan di area steril.
“Ini yang saya khawatirkan. Semoga pemerintah memperhatikan hal itu. Khusus Satpol PP Tabanan untuk selalu mobile (melakukan pengawasan). Jangan sampai kami dipindah justru pedagang baru muncul di Jalan Gajah yang usai ditata,” pungkasnya. (c/kb)

















