Perdana, Ratusan Pelajar SMPN 4 Tejakula Nikmati Menu MBG, Kasek Sastrawan : Anak-anak Senang, Uang Bekal Dipakai Nabung

SINGARAJA, Kilasbali.com — Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Tejakula di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng-Bali, Sastrawan Wijaya Mandala S,PD Bio berikan apresiasi dan mengaku senang dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut disampaikan saat penyerahan paket MBG perdana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yayasan Galang Kangin dapur Rajawali III Desa Bondalem di sekolah tersebut, pada Rabu (1/4) pagi.
Data dihimpun, khusus di SMPN 4 Tejakula, SPPG Rajawali III Desa Bondalem menyalurkan sebanyak 1035 paket MBG yang dinikmati oleh 984 siswa dan 51 Guru dan tenaga pendidik (Tendik).
“Seluruh anak-anak (siswa) memberikan respon positif menu MBG yang disuguhkan SPPG Rajawali III dapur Desa Bondalem. Masing-masing ompreng terbilang sangat lengkap isinya, mulai nasi putih, lauk ayam, tahu, sayur, lengkap berisi irisan buah semangka. Anak-anak ngaku senang, karena bekal uang dari orangtua bisa disisihkan alias ditabung. Dari pengakuan anak-anak, ada yang dikasi bekal kisaran Rp 10-15 ribu per hari dari orangtua,” kata Kasek Sastrawan.
Pihaknya berharap, Program MBG dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Pasalnya, mayoritas siswa SMPN 4 Tejakula berasal dari keluarga yang berpenghasilan rendah.
“Program MBG ini tentunya sangat membantu kami, utamanya anak anak yang memiliki orangtua penghasilan rendah alias ekonomi pas-pasan. Mayoritas anak anak yang bersekolah disini (SMPN 4 Tejakula) berlatar belakang orangtua petani, nelayan dan buruh serabutan. Jadi, besar harapan kami Program MBG ini dilaksanakan berkelanjutan,” imbuhnya.
Senada harapan yang disampaikan Camat Tejakula, Kadek Agus Hartika, ST, MAP. Sebagai bentuk tanggung jawab wilayah di tingkat kecamatan, pihaknya mendorong pelaksanaan program MBG bisa dinikmati seluruh peserta didik di wilayahnya.
“Saat ini, berdasarkan evaluasi kita, baru terserap 73 persen dari tiga (3) SPPG. Kemudian, kini beroperasi satu lagi dapur di Bondalem, hingga saat ini totalnya ada empat (4) SPPG yang ada di Kecamatan Tejakula. Mudah-mudahan hadirnya SPPG Rajawali III mampu mengcover 73 persen jadi 100 persen program MBG di seluruh sekolah mulai Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, SMP dan SMA, baik sekolah swasta atau negeri di Kecamatan Tejakula,” terang Camat Agus.
Pihaknya menyatakan mendukung penuh terhadap program pemerintah pusat sebagai salah satu langkah strategis menuju Generasi Indonesia Emas 2045. Meski begitu, Camat Agus kembali menekankan bahwa pelaksanaan di lapangan harus mendapat perhatian lebih, khususnya dalam hal jaminan kualitas bahan makanan dan keamanan proses pengolahannya.
“Potensi akan selalu ada, disini peran pengawasan untuk mencegah terjadinya potensi keracunan makanan pada anak-anak di sekolah khususnya pada program MBG. Nah, peran kita di eksekutif (pemerintah) melakukan pemantauan serta pengawasan secara rutin,”
Camat Agus berpesan kepada para pengelola dapur MBG dan pihak-pihak terkait untuk menjadikan aspek higienitas dan keamanan pangan sebagai prioritas utama.
“Kepada para pengelola dapur (SPPG), kami meminta proses dari pengadaan bahan, penyimpanan, pengolahan, hingga pendistribusian harus mengikuti standar keamanan pangan. Kualitas makanan dan keamanannya harus benar-benar terjamin. Ini adalah amanah untuk masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.
Patut diketahui, Program MBG adalah program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto yang dimulai sejak awal 2025. Menurut data pemerintah, hingga Agustus 2025 ini, jumlah penerima manfaat MBG mencapai 20 juta orang yang terdiri dari anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Presiden menegaskan MBG bukan sekadar program sosial, tetapi investasi untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. (Ard/kb)


















