Adi Arnawa Dorong Inovasi Yowana dalam Parade Ogoh-Ogoh Desa Sulangai

MANGUPURA, Kilasbali.com – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, secara resmi membuka Parade Ogoh-Ogoh Tahun Çaka 1948 di Desa Sulangai, Kecamatan Petang, pada Jumat (13/3).
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong di Lapangan Desa Adat Sulangai sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian seni budaya Bali.
Adi Arnawa hadir di acara itu dengan didampingi Ketua TP PKK Badung, Rasniathi Adi Arnawa, bersama anggota DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara, Camat Petang AA Nngurah Darma Putra, unsur Tripika, dan tokoh masyarakat dan adat setempat.
Sebagai bentuk apresiasi nyata terhadap semangat generasi muda, Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana motivasi kepada enam Sekaa Teruna (ST) di Desa Sulangai dengan nilai masing-masing Rp 10 juta.
Dukungan ini diperkuat oleh Pemerintah Desa Sulangai yang juga memberikan subsidi sebesar Rp 15 juta untuk tiap ST.
Dalam sambutannya, Adi Arnawa menyampaikan apresiasi kepada Perbekel Sulangai beserta jajaran dan tokoh masyarakat atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, parade ogoh-ogoh ini menjadi bukti bahwa Sekaa Teruna telah diberikan ruang untuk berkarya dan berkreasi dalam menampilkan karya seni mereka.
“Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda kita memiliki ruang untuk berkarya dan menampilkan kreativitasnya melalui ogoh-ogoh,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi luar biasa karena Badung merupakan daerah pariwisata yang berbasis budaya.
“Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan akses dan ruang bagi anak muda untuk menampilkan karya-karyanya,” ujarnya.
Di saat yang sama, ia menegaskan komitmen Pemkab Badung dalam mendukung dan meningkatkan kreativitas generasi muda.
Salah satunya melalui penambahan hibah bagi para pemenang dalam ajang Badung Çaka Fest 2026.
“Ini bukan untuk gagah-gagahan atau sekadar gaya, melainkan bentuk apresiasi pemerintah terhadap karya seni para yowana Badung,” imbuhnya.
Ia berharap para generasi muda semakin bersemangat menampilkan kreativitas dan inovasi seni di masa mendatang.
Sementara itu, Perbekel Desa Sulangai, I Nyoman Sunarta, menjelaskan bahwa parade ogoh-ogoh tahun ini mengangkat tema Adyatma Bala Yuva Sakti yang bermakna peran Sekaa Teruna dalam menjaga tradisi serta nilai spiritual Hari Raya Nyepi.
Ia juga menegaskan, kegiatan ini bukan merupakan perlombaan, melainkan parade yang dijadikan sebagai tahap uji coba.
Rencananya, kegiatan ogoh-ogoh di Desa Sulangai akan mulai dilombakan secara resmi pada 2027 mendatang. (c/kb)

















