
DENPASAR, Kilasbali.com – DPRD Bali menggelar Rapat Paripurna ke-27 dengan agenda Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pergantian Antarwaktu (PAW) di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Bali di Denpasar, Jumat (30/1).
Dalam PAW anggota DPRD Bali dari Partai Gerindra tersebut, yakni Komang Dyah Setuti dilantik menggantikan alm Jro Nyoman Rai Yusha yang berpulang ke Sang Pencipta pada 4 Oktober 2025.
Dyah Setuti merupakan kader Gerindra dengan dapil Buleleng. Dalam Pileg kemarin, perempuan yang aktif di berbagai organisasi ini meraih 6.196 suara. Di bawah alm Rai Yusha dan Gde Raharja Astawa. Komang Dyah Setuti menggantikan almarhum hingga masa bakti tahun 2029.
Ketua DPRD Bali, Dewa Made ‘Jack’ Mahayadnya menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhum. Menurutnya almarhum adalah sosok yang telah memberikan kontribusi luar biasa terhadap kepentingan masyarakat. “PAW ini untuk keberlangsungan mekanisme DPRD Bali,” katanya.
Dewa Mahayadnya berharap kepada pengganti antar waktu Komang Dyah Setuti agar dapat dengan sepenuhnya melaksanakan pengabdian, tanggung jawab, integritas, dan komitmen demi kepentingan masyarakat bangsa dan negara.
Wakil Gubernur (Wagub) Bali, I Nyoman Giri Prasta menyampaikan selamat kepada Komang Dyah Setuti yang dilantik dalam PAW menggantikan almarhum Rai Yusha. “Semoga saudari sebagai wakil rakyat bisa berperan aktif dalam mewakili rakyat. DPRD Bali dengan Pemerintah Provinsi Bali merupakan mitra, sesuai dengan visi yang diusung Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” katanya.
Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles menyatakan dukungan dan dorongan terhadap sang istri, Komang Dyah Setuti. “Saya siapkan ramuan Tokcer,” ujar Pak Oles.
Pihaknya terus mendorong dan mendukung untuk maju agar mendapatkan prestasi saat duduk di DPRD Bali. Dia berharap, sang istri mampu mengatur waktu dan seimbang.
Mengingat kesibukannya yang lumayan padat, karena gemar denga berbagai kegiatan organisasi sosial hingga olahraga. “Kalau enggak bisa ngatur, nanti sakit,” ujarnya seraya melepas tawa.
Pihaknya juga mengucap syukur, karena anak-anak sudah mandiri. “Anak kami empat dan sudah mandiri semua, tiga sudah berkeluarga, dan satu masih kuliah,” tuturnya.
Sementara itu, Komang Dyah Setuti menuturkan pengalaman dengan almarhum Jro Nyoman Rai Yusha yang berpulang ke Sang Pencipta pada 4 Oktober 2025.
“Ketika saya dulu nyaleg sama beliau, beliau mengatakan, ibu nanti kita sama-sama di DPR. Tapi kan saya kalah ya, kalah suara saya. Hanya dua saja yang masuk ke provinsi. Beliau sangat luar biasa ya berpengalaman dan perlu ditiru,” tuturnya seusai dilantik.
Perempuan asal Banyuatis, Buleleng mengatakan, dirinya bakal duduk di Komisi III menggantikan almarhum. “Tentunya saya melanjutkan daripada tugas beliau di pembangunan,” katanya.
Dikatakan, visinya dia bakal memajukan bertanggung jawab dengan masyarakat. “Jadi habis ini saya harus bekerja dan mengucapkan terima kasih juga kepada masyarakat. Mohon doanya agar kami bisa bekerja dengan baik,” ujarnya.
Ibu empat anak yang usianya kini 61 tahun mengatakan, bahwa sang suami yakni Gede Ngurah Wididana (Pak Oles) yang sudah pensiun dalam politik, menjadi mentor dalam karir politiknya. “Untuk langkah awal saya membangun komunikasi dahulu, karena saya juga baru mulai,” katanya.
Dyah Setuti mengaku pertama kali terjun politik, dan menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya. Namun terdapat hal menarik, khususnya seperti apa yang terjadi di bawah, kemudian bertemu langsung dengan masyarakat.
“Karena ini pertama kali saya terjun di politik. Kan tidak ada salahnya ya, kalau kita belajar. Karena tentunya bertanggung jawab juga dengan wilayahnya saya sendiri di Singaraja dapil 5,” tandasnya.
Untuk diketahui, Komang Dyah Setuti merupakan lulusan S2 di UHN I Gusti Ngurah Sugriwa. Dia sendiri aktif diberbagai organisasi. Mulai dari KONI Bali, KONI Badung, gerakan wanita sejahtera, Rotary Bali Taman, IWAPI Bali, serta organisasi lainnya. “Karena saya suka di sosial. KONI Badung posisinya cabor senam lantai. Kalau di KONI Provinsi Bali bidang Pendanaan/Anggaran,” pungkasnya. (jus/kb)

















