Kebun Raya Bikin Eksplorasi Kunang-kunang, Pukau Puluhan Peserta dan Wisatawan

TABANAN, Kilasbali.com – Kebun Raya Eka Karya Bali atau yang akrab disebut Kebun Raya di Bedugul, Kecamatan Baturiti, belum lama ini membuat kegiatan menarik di malam hari.
Bentuk kegiatannya yakni eksplorasi biodiversitas dengan objek utamanya yakni kunang-kunang yang berlangsung di waktu peralihan dari sore menuju malam hari.
Sepanjang kegiatan yang berlangsung pada Jumat (9/1) itu, ribuan kunang-kunang beterbangan di tengah kegelapan malam dalam hutan di areal Kebun Raya.
Tak ayal, fenomena ini membuat para peserta yang jumlahnya sekitar 40 orang, bahkan beberapa di antaranya wisatawan asing, merasa terpukau.
Kegiatan itu sendiri berlangsung di area taman tematik Panca Yadnya dan Lake View. Dua taman itu terlihat bagai dunia peri dengan hadirnya serangga nokturnal tersebut.
Direktur Pengelola Kebun Raya Eka Karya Bali, Marga Anggrianto, mengungkapkan bahwa kemunculan kunang-kunang dalam jumlah melimpah ini bukan sekadar pemandangan cantik.
Secara ilmiah, serangga dari genus Lamprigera spp. dan Abscondita spp. ini semacam sensor alami yang hanya mau muncul di tempat dengan kualitas lingkungan prima.
“Keberadaan kunang-kunang yang masih melimpah di Kebun Raya Bali menjadi indikator bioekologis bahwa kualitas lingkungan dan vegetasi masih terjaga,” kata Marga, Senin (12/1).
Karena itu, ia menegaskan bahwa keberadaan Kebun Raya sebagai ruang konservasi hidup yang akan terus diupayakan menjadi benteng terakhir perlindungan alam di Bali.
Dengan vegetasi yang masih rimbun, kawasan ini mampu menjaga kelembapan udara tetap tinggi dan suhu tetap sejuk. Dan, ini menjadi syarat utama bagi habitat kunang-kunang.
Di sisi lain, Perwakilan Nusantara Wilderness, Bella Evanglista, menyebutkan bahwa eksplorasi ini sengaja dilakukan pada zona peralihan waktu dari senja ke malam malam hari.
Hal ini bertujuan agar peserta bisa melihat langsung bagaimana ekosistem bekerja secara menyeluruh tanpa gangguan cahaya buatan yang berlebihan.
“Eksplorasi ini mengajak peserta melihat bagaimana lingkungan bekerja menjaga keseimbangan alam,” ujar Bella.
Dan, sambungnya lagi, Kebun Raya Bali memegang peran penting dalam perlindungan habitat serangga nokturnal itu serta pentingnya meminimalkan polusi cahaya di kawasan konservasi.
Selain kunang-kunang, para peserta juga menemukan berbagai fauna malam lainnya seperti reptil dan amfibi di bawah naungan pohon-pohon raksasa jenis Ficus spp. hingga Cyathea spp.
Bella berharap, kondisi alam yang masih utuh ini diharapkan dapat terus dipertahankan melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas dan masyarakat luas. (c/kb)

















