
TABANAN, Kilasbali.com – Sebanyak 12 peserta terbaik dalam lomba inovasi daerah Jayaning Singasana 2025 yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Tabanan masuk tahap verifikasi.
Di tahap ketiga ini, seluruh inovasi yang disuguhkan kedua belas peserta itu akan melalui proses verifikasi.
Tahapan ketiga ini berbeda dengan tahap sebelumnya yang diikuti 55 peserta. Di tahap dua, fokus penilaian lebih pada penggarapan video gambaran mengenai inovasi yang dilombakan.
“Isinya penjelasan mengenai latar belakang, proses penjaringan ide, manfaat, hingga dampak inovasi bila nantinya dikembangkan,” jelas Kepala Brida Tabanan, I Gusti Made Darma Ariantha, pada Senin (10/11).
Dari penilaian di tahap dua, terpilihlah 12 peserta terbaik yang suguhan inovasinya berhak mengikuti tahap ketiga atau verifikasi.
Kedua belas peserta terbaik ini yang melaju ke tahap tiga ini sudah diumumkan pada 8 November 2025 lalu.
Ia menjelaskan, penentuan peserta yang lolos ke tahap tiga ini dilakukan dengan sistem pembobotan nilai secara gabungan.
Pembobotannya antara lain 60 persen dari hasil seleksi tahap pertama dan 40 persen dari hasil penilaian tahap dua.
“Teknis dan mekanisme pelaksanaan Verifikasi Inovasi akan dijelaskan melalui technical meeting yang direncanakan pada Rabu (12/11) mendatang,” jelasnya.
12 Terbaik Lomba Inovasi Daerah Jayaning Singasana 2025
Kategori SMP/Sederajat
– Dewa Ayu Gede Indira Anandini Putri dengan inovasi MARS (Maggot Recycle School) Daur Ulang Sampah Organik Berbasis Maggot
– Ni Putu Novi Suda Aryani dengan inovasi KECO-LIFE : Pemanfaatan Tanaman Kecombrang sebagai Solusi Ganda untuk Penanggulangan Erosi dan Ketahanan Pangan di Sekolah
– Dewa Ayu Fanny Apriliani dengan inovasi BANANA PLASTIK “Biu Gedang Saba” untuk Masa Depan
Kategori SMA/Sederajat
– Ni Putu Jeni Padma Gayatri dengan inovasi BONZALA (Abon Salak): Optimalisasi Hasil Panen Salak sebagai Produk Ikon Kuliner Tabanan
– Ni Kadek Dinda Cantika Dewi dengan inovasi TAMAS (Tabanan Agricultural Monitoring and Analysis System)
– serta Ni Kadek Giyopani Santi Dewi dengan inovasi ECO BOKOR: Pemanfaatan Koran dan Kertas Bekas agar Memiliki Nilai Jual Tinggi
Kategori ASN (Aparatur Sipil Negara)
– Ni Wayan Sri Yasmini, S.Pd., M.Pd. dengan inovasi SAHABAT SELSA (Sapa Hati Berbasis AI Teknologi di SMP Negeri 1 Selemadeg)
– Febrina Rachmawati, S.Pd. dengan inovasi SUNARI (Suara dan Aspirasi Murid)
– Ni Made Era Puspayani, ST., M.AP. dengan inovasi PEDULI (Program Edukasi Unit Layanan Disabilitas)
Kategori Komunitas Kreatif dan UMKM Desa
– I Gusti Ngurah Made Prabhaswara dengan inovasi Mesin Cacah Sampah Organik Bertenaga Surya sebagai Media Edukasi Energi Bersih Menuju Bali Emisi Nol 2045
– I Made Sugianto dengan inovasi Pustaka Ekspresi: Inovasi Penerbitan Buku Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Literasi Desa
– I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom., M.Pd. dengan inovasi SIKADEK (Sistem Informasi Kebencanaan Desa Kukuh.(c/kb).

















