Poktan Wana Kelo di Wanasari Kembangkan Klanceng untuk Produksi Madu Bernilai Ekonomi

TABANAN, Kilasbali.com – Kelompok Tani atau Poktan Wana Kelo, Desa Wanasari, Kecamatan Tabanan terus mengembangkan budidaya klanceng sebagai salah satu sumber penghasilan.
Selain itu, pengembangan Klanceng atau lebah tanpa sengat Trigona itu, juga dilakukan secara berkelanjutan untuk menunjang aktivitas pelestarian lingkungan.
Klanceng memiliki kemampuan menghasilkan madu berkualitas tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan dan memiliki nilai jual tinggi.
Ketua Poktan Wana Kelo di Desa Wanasari, Putu Nurata mengungkapkan bahwa jenis Trigona yang dibudidayakan adalah Lavicet Sp dan Terminata Sp.
Tiap anggota Poktan Wana Kelo rata-rata memiliki 15 hingga 20 kungkungan atau sarang bagi Klanceng yang dikembangkan. “Saya sendiri punya 50 kungkungan,” kata Nurata.
Ia mengungkapkan itu pada Senin (11/8) bertepatan dengan kegiatan Bungan Desa (Bupati Ngantor di Desa).
Dalam kesempatan itu, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, sempat meninjau produksi madu yang dikembangkan Poktan Wana Kelo di belakang kantor Desa Wanasari.
Selain budidaya lebah, kelompok ini juga mengembangkan tanaman hias sebagai vegetasi pendukung seperti AMP atau air mata pengantin, santos, dompia, dan batavia.
Tanaman ini berfungsi tidak hanya sebagai penghias lingkungan, tetapi juga penyedia pakan alami bagi lebah.
Produk madu hasil budidaya dipasarkan dalam dua takaran yang masing-masing dibanderol Rp 100 ribu untuk botol kecil dan Rp 200 ribu untuk botol besar.
Menurut Nurata, permintaan produk olahan lebah klanceng cukup tinggi karena khasiatnya dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
Sebagai upaya peningkatan kapasitas petani, pada 2023 lalu Pemerintah Desa Wanasari telah melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) budidaya lebah Trigona di Kantor Desa Wanasari.
“Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian yang memberikan materi mulai dari teknik perawatan hingga strategi pemasaran produk,” ujar Nurata.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Tabanan Tabanan, I Made Subagia, mengapresiasi langkah-langkah yang selama ini dilaksanakan Poktan Wana Kelo.
Menurutnya, budidaya lebah Trigona merupakan usaha yang prospektif karena memadukan aspek ekonomi dan ekologi.
“Kami mendorong kelompok tani di Tabanan untuk mengembangkan usaha-usaha inovatif seperti ini,” ujar Subagia.
Menurutnya, budidaya lebah Trigona tidak hanya memberikan tambahan pendapatan, tetapi juga membantu menjaga kelestarian lingkungan.
“Karena keberadaan lebah berperan penting dalam proses penyerbukan tanaman,” imbuhnya.
Ke depan, pihaknya siap memberikan pendampingan berkelanjutan agar produk madu dan propolis dari Wanasari bisa menembus pasar yang lebih luas. (c/kb)

















