Pengendalian Stunting Masih Prioritas di Tabanan
Dirga Sebut Bukan Urusan Kesehatan Saja

TABANAN, Kilasbali.com – Upaya pencegahan dan pengendalian stunting masih menjadi program prioritas oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan.
Kendati, kasus stunting di Tabanan sudah berada di posisi paling bawah, baik secara nasional maupun provinsi.
Ini terungkap dalam rapat koordinasi lintas sektor di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Tabanan yang dibuka Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, pada Kamis (31/7).
Rapat yang bertujuan untuk memperkuat komitmen percepatan pencegahan dan penurunan stunting itu melibatkan 40 peserta.
Seluruh peserta itu berasal dari sejumlah dinas atau badan, instansi vertikal, kecamatan, puskesmas, perguruan tinggi, hingga lembaga adat.
Saat memberikan sambutan, Dirga menyebutkan bahwa komitmen bersama dan evaluasi menyeluruh mengenai program-program yang sudah berjalan masih penting dilakukan.
Termasuk dukungan dari seluruh sektor dalam upaya pencegahan dan penurunannya masih sangat diperlukan.
“Bukan tanggung jawab sektor kesehatan saja,” kata Dirga yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).
Di luar sektor itu, ia menyebutkan pencegahan dan penurunan stunting juga memerlukan dukungan dari sektor pendidikan, pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan lain-lainnya.
“Stunting ini tantangan besar yang perlu kolaborasi seluruh sektor untuk mencegah dan menanggulanginya. Tujuannya bukan cuma meningkatkan kesehatan saja, tapi memastikan masa depan anak-anak jauh lebih baik,” tegasnya.
Sejauh ini, sambung Dirga, Pemkab Tabanan sudah menggelar beberapa inovasi untuk mencegah dan menanggulangi stunting dari hulu hingga ke hilir.
Beberapa program itu antara lain edukasi melalui Duta GenRe di kalangan remaja, program Semara Ratih bagi calon pengantin, hingga intervensi langsung di desa dan kecamatan.
“Saya yakin seluruh stakeholder yang hadir telah bekerja keras. Tapi masih ada beberapa hal yang menjadi catatan pengawasan. Rakor ini adalah momen penting untuk menindaklanjuti, menyusun rencana aksi, dan menyatukan komitmen,” pungkasnya. (c/kb)

















