
TABANAN, Kilasbali.com – Sikap low profile atau rendah hati calon bupati Tabanan nomor urut 1 I Nyoman Mulyadi saat melakukan simakrama pada Senin (18/11) membuat salut warga Banjar Kutuhpaang, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg.
Meski telah disediakan meja dan kursi tamu, Mulyadi yang berpasangan calon wakil bupati Tabanan I Nyoman Ardika alias Sengap itu justru memilih untuk duduk berbaur dan dekat warga.
Suasana yang jauh dari kesan formal itu membuat suasana masimakrama pada malam tersebut menjadi penuh keakraban. Tak ayal, saat menolak diarahkan ke meja dan kursi tamu, Mulyadi justru mendapat applause atau tepuk tangan oleh ratusan warga yang hadir.
“Inilah calon Bupati Tabanan yang betul-betul merakyat, duduk sama rendah berdiri sama tinggi, yang sangat diidam-idamkan masyarakat Tabanan.
Semestinya acara masimakrama itu diisi dengan pemaparan visi-misi dan program Mulyadi-Ardika yang akan dilakukan bila memenangi Pilkada 2024. Namun, acara itu akhirnya berubah menjadi diskusi interaktif karena warga telah mengetahui program Mulyadi-Ardika.
Di kesampatan itu, warga yang terdiri dari kalangan milenial, pedagang, petani, hingga tokoh masyarakat sepakat mendukung Mulyadi-Ardika di Pilkada 2024.
Mulyadi juga sempat memberikan tanggapan ketika mendapat masukan dari peserta simakrama tersebut. Seperti yang disampaikan tokoh mileniel dari Desa Berembeng I Gede Surya Adnyana soal pengembangan pariwisata di Tabanan Barat.
Mulyadi menjelaskan, pengembangan kawasan di Tabanan Barat akan dilakukan sesuai tata ruang tanpa mengabaikan kearifan lokal setempat.
“Ke depan jika di percaya memimpin akan membangun pariwisata di Tabanan Barat dengan tetap memperhatikan budaya dan keraigan lokal setempat,” ujar Mulyadi.
Untuk merealisasikan program itu, ia meyakinkan warga bahwa perlu kesatuan langkah antara pemerintah daerah baik di kabupaten, provinsi, dengan pusat.
“Kami juga membutuhkan kesatuan. Satu komando antara pemerintah pusat dan daerah, dengan Presiden Prabowo, Gubernur Mulyawan Arya (De Gadjah),” jelasnya.
Hal yang sama, ia sampaikan saat menanggapi beberapa keluhan lainnya seperti soal pupuk subsidi dan pendidikan gratis.
“Kami akan bekerja sama dengan pemerintah pusat agar pendidikan gratis dan distribusi pupuk bersubsidi dapat terlaksana. Mengapa daerah lain dengan PAD lebih kecil bisa memberikan pendidikan gratis? Itu semua tergantung pemimpin,” tegasnya. (tim/kb)

















