Dinas Pariwisata Bali Monitoring Tourism Levy Voucher di Besakih, Tjok Bagus: PWA Jaga Alam dan Lestarikan Budaya

KARANGASEM, Kilasbali.com – Petugas gabungan dari unsur Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Personel Pol PP Pariwisata, dan juga Badan Kesbangpol Bali, melakukan pengecekan tourism levy voucher di Daya Tarik Wisata Besakih, Karangasem, Bali, Jumat (25/10).
Dalam pengecekan tersebut, tampak para petugas secara humanis menyambangi satu per satu wisman yang tengah membeli tiket di wantilan di Parkiran Manik Mas.
Petugas menyampaikan terkait kebijakan Pungutan Wisatawan Asing (PWA) yang diberlakukan sejak 14 Februari 2024. Hasil dari pungutan ini, bakal dipergunakan untuk melestarikan budaya dan menjaga alam Bali.

Selanjutnya, para petugas bertanya apakah sudah membayar PWA atau belum kepada para wisman.
Jika sudah membayar maka diminta untuk menunjukkan barcode, sedangkan yang belum diminta segera melakukan pembayaran.
Hasil dari pengecekan ini, petugas gabungan menemukan masih ada wisatawan mancanegara (wisman) yang belum membayar PWA senilai Rp150 ribu per orang.
Para wisman ini mengaku tidak mengetahui tentang adanya kebijakan PWA yang diberlakukan di Bali.
Hasil pengecekan tersebut, kemudian dicatat nama dan juga hotel tempat wisman ini menginap.
Adapun hotel tempat wisman asing yang belum membayar PWA ini, diantaranya menginap di Adhi Jaya Hotel Kuta, The Kayana Seminyak, Kintamani, Kuta Heritage, JI Bisma Ubud, Ubud Homestay, Buda Merta Ubud, Alila Ubud, Amed Homestay, Ubud, Ayodya Nusa Dua, Padang Bai Beach Inn, Kubu Kukuh, dan Bali Relaxing Resort Nusa Dua.
Petugas berharap, wisman yang belum membayar PWA itu segera melakukannya di hotel tempat mereka menginap, dibantu oleh petugas hotel melalui aplikasi Love Bali.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun menyampaikan, tujuan pengecekan levy voucher ini untuk memastikan apakah wisman ke Bali sudah membayar atau belum.
“Kami berharap PWA ini berjalan dengan baik karena diperuntukkan dalam menjaga alam lingkungan dan penguatan Bali,” harapnya.
Disebutkan, pembayaran wisman yang ke Bali sudah mencapai 35-40 persen. Mengingat, PWA ini merupakan program baru yang harus terus disosialisasikan, dan diinformasikan ke wisman.
“Sosialisasi tidak cukup satu atau dua tiga tahun, namun dilakukan secara terus menerus,” katanya.
Pihaknya tidak menampik terdapat beberapa kendala dalam menjalankan PWA ini. Pihaknya berharap, terdapat auto scanner gate di Bandara Ngurah Rai sehingga lebih memudahkan untuk kebijakan ini.
Pihaknya juga berharap, para stakeholder pariwisata ikut terus menerus untuk mensosialisasikan dan menyampaikan kepada wisatawan agar membayar PWA.
“Kami akan terus melakukan sosialisasi, dan ini pengecekan levy voucher juga menjadi salah satu bentuk sosialisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Kawasan Pariwisata Pura Besakih, I Gusti Lanang Muliarta menyampaikan dukungannya terhadap kebijakan PWA ini.
“Ini program yang bagus apalagi sudah ada peraturannya,” katanya.
Yang penting, lanjut dia, saat pengecekan dan dalam penyampaian ke wisman dilakukan dengan komunikasi yang baik, kemudian melaksanakan PWA ini dengan baik, dan tindak lanjut jika ditemukan ada yang belum membayar.
Pihaknya juga menyampaikan tingkat kunjungan ke Besakih terus mengalami peningkatan. Rata rata per hari 90 persen untuk asing.
“Asal wisatawan terbanyak dari Eropa. Kunjungan saat high season 1500 per hari, dan saat low season sekarang ini 900 per hari,” sebutnya.
Dia juga menambahkan, syarat masuk ke Besakih yakni mengenakan pakaian yang sopan dengan menggunakan sarung, dan tidak sedang dalam keadaan datang bulan. (jus/kb)


















