
TABANAN, Kilasbali.com-Seorang buruh petik duren I Putu Sudianta alias Leong warga Banjar Cau Belayu, Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan, jatuh dari pohon duren setinggi 20 meter, Minggu (21/10/2018).
Akibatnya, korban meninggal dunia dengan luka terbuka di dahi kanan sekatir 7 cm dengan kedalaman 1 cm, mengeluarkan darah dari mulut dan ujung jari tangan dan kakinya membiru.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, pada hari Minggu 21 Oktober 2018, sekitar jam 09.00 wita korban datang ke rumah saksi I Gusti Made Suarjaya. Korban meminta perjaan memanjat pohon durian untuk memetik buah durian milik saksi. Hari itu juga korban bersama saksi menuju tegalan milik saksi dan korban lansung memanjat pohon durian. Korban mulai memnajat pohon duren yang memiliki ketinggian sekitar 20 meter. Sedangkan saksi menjauh dari pohon duren tersebut.
Pada saat saksi berada di pinggir jalan tidak jauh dari pohon durian, saksi mendengar suara orang terjatuh. Saksi kemudian bergegas mendekat dan ternyata didapatinya korban sudah berada di bawah. Saksi kemudian berusaha menolong korban namun korban. Saat itu korban dalam keadaan pingsan. Saksi minta tolong kepada tetangganya, kemudian keduanya mengangkat korban ke pinggir jalan. Lanjut melarikan korban ke RSUD Mangusada. Kapal . Korban yang diantar saksi tiba di Rumah sakit Mangusada, Kapal pukul 11.21 Wita. Korban sudah dinyatakan dalam keadaan meninggal dunia. Berdasarkan keterangan dokter, korban mengalami luka pada dahi kanan sekitar 7 cm x 1 cm dasar luka tampak tulang, tampak kebiruan diujung jari tangan dan kakinya dan keluar darah dari mulut saat ditekan dipipi kanan.
Kapolsek Marga AKP I Wayan Sudita membenarkan kejadian tersebut. “ Penyebab kejadian itu karena korban jatuh sendiri dari pohon,” jelasnya singkat. (*KB).

















