Gubernur Bali Ajak Waspadai Varian Omicron dengan Tetap Disiplin Prokes

DENPASAR, Kilasbali.com – Munculnya varian baru Covid-19 yakni Covid-19 B.1.1.529 (Omicron) membuat sejumlah pemerintah pusat kembali melakukan pengetatan bagi pelaku perjalanan dari beberapa negara.
Menyikapi hal ini, Gubernur Bali Wayan Koster mengajak masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) agar terhindar dari penularan Covid-19 yang saat ini tengah bermutasi menjadi varian Omicron.
Gubernur Bali Wayan Koster, Rabu (1/12/2021) mengatakan wisatawan manca negara sebenarnya bisa masuk ke Bali asal sudah memenuhi persyaratan yang ketat seperti di negara asal positif rate-nya dibawah 5 persen, harus PCR, dan vaksin lengkap.
Namun ditemukannya varian baru Covid-19 yakni Omicron membuat pemerintah pusat kini kembali melakukan pengetatan bagi pelaku perjalanan dari beberapa negara terkait . Hal ini menyebabkan pelaku pariwisata Bali harus kembali bersabar.
“Jadi sudah ketat dan tidak perlu karantina. Tapi pemerintah pusat menetapkan harus karantina dari 5 hari menjadi 3 hari. Sekarang saya menawar jadi nol hari. Tapi masih belum diizinkan karena perlu kehati-hatian. Sekarang muncul varian baru Omicron yang konon katanya lebih berbahaya. Jadi rupanya memang harus lebih bersabar untuk wisatawan manca negara ini. Karena di luar negeri sedang melonjak kasusnya. Bahkan beberapa negara sedang lockdown,” ucapnya.
Di lain sisi, Koster mengaku bersyukur karena masyarakat Bali tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). Ia juga mengajak masyarakat tetap disiplin menerapkan prokes agar terhindar dari penularan Covid-19 yang saat ini tengah bermutasi menjadi varian baru.
“Astungkara (syukur-red) di Bali ini masih disiplin pakai masker. Ini akan kita jalankan terus sampai pandemi ini selesai. Kita juga harus instrospeksi diri atau mulat sarira karena pandemi ini selain berdampak pada kesehatan juga berdampak pada ekonomi,” sebutnya.
Koster mengatakan kibat pandemi Covid-19 ini, ekonomi Bali mengalami kontraksi atau pertumbuhan yang negatif. Tahun 2020 rata-rata 9,34 persen, karena ekonomi Bali 54 persen bergantung pada satu dominan yaitu pariwisata.
Ia menyebut, per tahun 2019 wisatawan manca negara datang ke Bali sebanyak 6,3 juta orang atau meningkat 600 ribu orang dibandingkan tahun 2018. Sedangkan wisatawan domestik di tahun 2019 sebanyak 10,5 juta orang atau meningkat 1,5 juta orang dibanding tahun 2018 yang hanya 9 juta orang.
“Jadi inilah yang memutar ekonomi di Bali. Karena pandemi, Indonesia juga memberlakukan peraturan orang keluar masuk ke Indonesia, artinya wisatawan manca negara itu nol karena tidak diizinkan masuk Indonesia. Sama juga karena ada pandemi di negaranya masing-masing, sehingga tidak bisa melakukan perjalanan. Otomatis wisatawan manca negara ini nol. Begitu juga wisatawan domestik. Penerapan PPKM sempat dalam satu hari hanya 500 orang yang datang lewat bandara Ngurah Rai,” tutupnya.(sgt/kb)

















