Tiga Tahun Kepemimpinan Gubernur Koster Menuju Bali Era Baru

DENPASAR, Kilasbali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster dengan Wakil Gubernur, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) hari ini, Minggu (5/9/2021) genap tiga tahun memimpin Bali.
“Saya berketetapan hati, untuk melaporkan kinerja dan capaian pembangunan pada setiap tahun kepemimpinan,” kata Gubernur Koster menyampaikan Pidato Tiga Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali secara virtual dari dari Gedung Gajah, Jayasabha.
Menurutnya, laporan itu sebagai bentuk pertanggungjawaban konstitusional, politik, dan moral Gubernur dan Wakil Gubernur kepada seluruh Krama Bali yang telah memberikan kepercayaan untuk memimpin Bali melalui Pemilu Kepala Daerah pada tanggal 27 Juni 2018.
“Sesuai janji politik yang disampaikan pada saat kampanye, kepemimpinan saya bersama Cok Ace senantiasa meneguhkan komitmen secara konsisten melaksanakan visi, misi, arah kebijakan, dan Program Prioritas Pembangunan Daerah Bali yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023,” ujarnya.
Visi tersebut, lanjut dia, yakni ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Dikatakan, visi itu mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sakala-niskala,
menuju kehidupan krama dan gumi Bali Sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno: Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan, melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila 1 Juni 1945.
“Bali Era Baru diwujudkan dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama: Alam, Krama, dan Kebudayaan Bali, bersumber dari nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yaitu: Atma Kerthi (Penyucian Jiwa), Segara Kerthi (Penyucian Laut), Danu Kerthi (Penyucian Sumber Air), Wana Kerthi (Penyucian Tumbuh-tumbuhan), Jana Kerthi (Penyucian Manusia), dan Jagat Kerthi (Penyucian Alam Semesta),” ungkapnya. (jus/kb)

















