Banyak Dikeluhkan Pedagang, Walikota Denpasar Akan Usulkan Jam Malam Dilonggarkan ke Gubernur

DENPASAR, Kilasbali.com – Walikota Denpasar IGN Jaya Negara akan mengusulkan kepada Gubernur Bali agar jam malam diperlonggar terkait banyaknya keluhan pedagang terkait jam malam pada pelaksanaan PPKM Darurat.
Walikota Jaya Negara mengatakan pembatasan jam malam secara jujur memang disampaikan Menko Marves bahwa tingkat mobilitas masyarakat di Kota Denpasar menurun antara 10 sampai 20 persen.
Di sisi lain,dirinya juga banyak mendapat masukan dari para pedagang malam. Pihaknya juga menyadari bahwa kebanyakan pedagang malam ini buka pukul 5 sore dan harus tutup pukul 8 malam. Belum lagi harus take a way dan bayar listriknya mereka tidak mampu.
“Ini salah satu sisi yang harus kita laporkan. Yang kami akan laporkan kepada Gubernur agar juga menjadi atensi dan perhatian kita bersama. Karena bagaimana pun juga dengan misalkan take a way, mudah-mudahan nanti ada kebijakan diperlonggar sedikit jam nya (malam-red). Tapi kita tetap menunggu arahan. Ini memang masukan dari para pedagang yang ada di Kota Denpasar,” ucapnya saat ditemui di Kantor Walikota Denpasar, Rabu (14/7/2021).
Sementara terkait perkembangan kasus covid-19, Jaya Negara mengatakan kalau dilihat dari perkembangan kasus memang meningkat. Namun tingkat hunian di RS Wangaya hanya 17 persen, sisanya isolasi mandiri.
“Artinya kebutuhan terhadap BOR kita masih bisa terkendali dalam kondisi pandemi Covid di Kota Denpasar,” ucapnya.
Jaya Negara menambahkan, kebetulan di Kota Denpasar banyak ada pusat kesehatan seperti rumah sakit swasta. Khusus di RS Wangaya masih terkendali.
“Karena kita di Puskesmas banyak bergerak di beberapa Puskesmas. Kita melihat dari yang masuk positif itu hanya 17 persen yang masuk rumah sakit. Anggaplah ada sekarang yang positif 1.860 hanya 337, dan itu tersebar di beberapa rumah sakit yang ada di Kota Denpasar. Isolasi mandiri sekitar 1.300-an,” sebutnya.(sgt/kb)

















