Kasus Covid-19 di Denpasar Cenderung Turun, Pembelajaran Tatap Muka Harus Tetap Hati-hati

DENPASAR, Kilasbali.com – Pembukaan sekolah harus tetap hati-hati dan disiapkan secara betul, meskipun ada kecenderungan kasus Covid-19 di Kota Denpasar menurun.
Hal tersebut disampaikan Kadis Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, di Denpasar, Senin (7/6/2021).
Sri Armini mengatakan untuk tenaga pendidik di Kota Denpasar sudah dilakukan vaksinasi Covid-19. Tenaga pendidik sudah divaksin di Banjar masing-masing serta di 40 fasyankes yang dimiliki Pemkot Denpasar.

Ia menegaskan terkait pembelajaran tatap muka tidak semuanya dibuka meskipun ada kecenderungan penurunan kasus.
“Mungkin tidak semua dulu dibuka karena perkembangan kasus ini kita tidak tahu. Memang sekarang ada kecenderungan menurun. Tapi jangan lupa, yang tes itu kan belum begitu banyak. Jadi harus tetap protokol kesehatan itu. Tidak berarti kasus menurun berarti aman. Jadi harus tetap protokol kesehatan,” imbuhnya.
Ia mengatakan pembukaan sekolah itu harus tetap hati-hati. Jadi artinya harus disiapkan secara betul. Misalnya dibuka setengah dulu, dan juga tergantung perkembangan. “Jadi sebenarnya sudah siap,” tegasnya.
Sementara terkait ketersediaan vaksin Covid-19 untuk Kota Denpasar, ia menyebut masih mencukupi.
“Jadi kita masih punya sekitar 150 ribu dosis. Tapi ini terus berlanjut sampai nanti begitu menipis kita ngamprah lagi,” ucapnya.
Terkait target rampungnya cakupan vaksinasi Covid-19 di Kota Denpasar, ia menyebut saat ini yang mencapai sasaran adalah pihak pertama dan kedua. Pihak pertama yang mencakup tenaga kesehatan sudah melebihi seratus persen.
Tahap kedua masuk di lansia dan pelayanan publik. Seluruhnya mencapai 324 ribu untuk pelayan publik.
“Karena pelayanan publik sudah diatas 150 persen, walaupun lansia masih 70 persen kita buka sekarang untuk masyarakat diatas 18 tahun, supaya tidak menumpuk. Walaupun diprioritaskan yang diatas 50 tahun,” pungkasnya. (sgt/kb)

















