
GIANYAR, Kilasbali.com – Seorang anak kecil (bocah) I Gede DMP (9) asal Desa Saba, Blahbatuh mengaku menjadi korban penculikan oleh dua orang tak dikenal. Namun dalam perjalanan, pelaku terlibat laka dan korban yang sudah dibius itu, akhirnya ditinggalkan di pinggir jalan. Sayangnya, korban menceritakan penculikan itu ke orangtuanya setelah beberapa hari kejadian dan itupun tidak dilaporkan ke pihak kepolisian.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, kejadian itu Sabtu (7/9/2019) lalu. Saat itu, sekitar Pukul 18.00 WITA, korban korban sedang naik sepeda melintas di perbatasna Banjar Banda dan Banjar Pinda. Dalam kondisi jalanan sepi, bocah ini didekati oleh dua orang tidak dikenal yang mengendarai sepedamotor.
Lanjut itu korban langsung dibekap, mulutnya dibungkam dengan tissu dan dibius. Namun dalam perjalanan pelaku yang membawa korban akhirnya terlibat kevelakaan lalublintas karena out of control (oc) tepat di depan Balai Banjar setempat. Korban akhirnya ditinggalkan tergeletak dipinggir jalan dan pelaku kabur.
Atas cerita lejadian itu, Kelian Banjar Banda, I Kadek Merta Anggara bersama Bimas dan Babinkantibmas sudah mendatangi korban ke ruamahnya. Dari penuturan ayah korban, I Wayan Sudanta, terang Kelihan Merta, bahwa anaknya bercerita setelah beberapa hari kejadian. Atas pertimbangan psikis anaknya, iapun tidak melapor ke polisi.
Sementara dari pengakuan korban ke Kelian dan babin, pelakunya dua orang yakni satu orang dewasa dan satunya lagi masih anak-anak. Cerita penculikan inipun jadi topik pembicaraan warga dari mulut ke mulut. Warga pun lebih ketat mengawasi anak-anaknya. Demikian anak-anak setempat, kini takut bermain sendiri terlebih di perbatasan Banjar Banda dan Bonbiu.
“Di perbatasan ini memang agak sepi dan daerah persawahan. Biasanya dijadikan tempat main layangan oleh anak-anak,” terang Kelian Merta lagi.
Aparat dari Satuan Reskrim Polsek Blahbatuh dan Polres Gianyar juga mendatangi rumah korban dan mengaminta keterangan, Minggu (15/9/2019) .
Lanjut itu, melakukan rekonstruksi di TKP bersama korban. Sayang tidak adanya saksi lain selain mengakuan korban, membuat gambaran pelaku menjadi mestirius. “Kami masih mendalami kebenaran kasus ini,” singkat Kanit Reskrim Polsek Blahbatuhl, Iptu I Ketut Merta. (ina/kb)

















