Air Ulundanu Beratan Susut 10 Meter Akibat Kemarau

TABANAN, Kilasbali.com – Debit air di Danau Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, mengalami penyusutan hingga diperkirakan mencapai 10 meter.
Penyusutan permukaan air di Danau Beratan ini diduga kuat akibat dampak musim kemarau berkepanjangan selama beberapa bulan terakhir ini.
Perubahan bentang alam itu membuat areal di sekeliling pura Meru Tumpang Solas dan Meru Tumpang Telu di objek wisata Ulundanu Beratan kini tampak mengering.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, manajemen Data Tarik Wisata (DTW) Ulundanu Beratan melakukan penataan agar areal di sekitar pura tidak gersang.
Penataan itu dilakukan dengan menanam deretan bunga hias berwarna merah di sekitar pura yang menjadi ikon utama objek wisata tersebut.
Penataan visual tersebut ditempuh agar lanskap ikonik danau tetap terlihat anggun dan memikat saat dijadikan latar belakang swafoto bagi para wisatawan.
Manager DTW Ulundanu Beratan, I Wayan Mustika, membenarkan fenomena penurunan permukaan air danau itu.
Menurutnya, penurunan itu sudah berlangsung sekitar satu bulan seiring berlangsungnya musim kemarau.
“Debit air danau menurun. Ada sekitar sepuluh meter kalau dikira-kirakan,” ujar Mustika pada Minggu (8/11).
Karena itu, sambungnya, pemandangan di sekitar pura Meru Tumpang Solas dan Tumpang Telu yang selama ini dikeliling air kini berubah menjadi daratan.
Soal penataan, ia menjelaskan bahwa penanaman bunga hias berwarna merah tersebut difungsikan untuk mempercantik pemandangan tepi danau.
Selain itu, penanaman juga untuk menyamarkan hamparan daratan yang mengering agar tidak tampak kontras dari pinggir danau.
“Kami menanam bunga supaya kawasan tetap terlihat indah dan tidak jomplang. Penanaman bunga sudah dilakukan dua pekan lalu,” imbuhnya.
Ia mengakui fenomena surutnya air pada musim kemarau di 2026 ini terbilang lebih mencolok dibandingkan kondisi pada tahun lalu.
Di 2025, kemarau tidak sampai membuat daratan di sekeliling ikon danau mengering.
Kendati demikian, pengelola memproyeksikan kondisi air danau bakal berangsur normal kembali pada pertengahan hingga akhir November 2026 seiring mulai turunnya hujan. (c/kb)

















