
TABANAN, Kilasbali.com – Fraksi PDIP DPRD Tabanan memastikan akan mengawal proses pengadaan gedung kelas baru di SMPN 5 Kediri.
Sesuai rencana, upaya untuk mengadakan gedung ruang kelas baru itu akan dilaksanakan dalam program kegiatan di APBD 2027 mendatang.
Pentingnya pengadaan gedung kelas baru ini lantaran, sekolah tersebut masih mengalami keterbatasan ruangan sehingga harus menerapkan sistem double sift dalam proses belajar-mengajar.
Setidaknya dalam dua tahun ajaran terakhir ini, SMPN 5 Kediri menerapkan sistem double sift bagi para muridnya yang duduk di kelas 7.
Ini seperti diungkapkan Ketua Fraksi PDIP DPRD Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi, saat disinggung soal kehadirannya di SMPN 5 Kediri beberapa waktu lalu. “Siswa kelas VII yang mendapat jadwal masuk pada sore hari,” jelas Eka pada Minggu (1/11).
Ia menjelaskan, sekarang SMPN 5 Kediri hanya memiliki delapan ruang kelas. Padahal jumlah rombongan belajar yang terdaftar telah mencapai 12 kelas.
Pihaknya sudah dua kali meninjau langsung kondisi dan aktivitas di sekolah tersebut. Terakhir pada momen perayaan Hari Saraswati pada Sabtu (31/10).
Karena itu, upaya untuk memperjuangkan keberadaan gedung ruang kelas bagi murid yang baru kembali mengemuka. Harapannya, di 2027 mendatang ada satu gedung dua lantai yang bisa dimanfaatkan untuk kelas baru.
Dengan demikian, seluruh murid bisa menjalani proses belajar secara serempak di pagi hari dan tidak ada lagi sistem double sift.
Sejatinya, sambung dia, masih ada fasilitas pendidikan lainnya yang perlu diperjuangkan keberadaannya di sekolah itu.
Ini ia contohkan dengan keberadaan ruang laboratorium dan perpustakaan. Saat ini, dua ruangan itu secara administratif sudah dihapus dan sementara dipakai sebagai ruang guru dan tata usaha.
Dari sisi fungsi, keberadaan ruang guru dan tata usaha yang semestinya menjadi laboratorium dan perpustakaan itu juga sering bocor di musim hujan.
Eka menyebutkan, keberadaan SMPN 5 Kediri sudah ada sejak 2018 lalu. Keberadaannya diupayakan untuk memecah penerimaan murid baru di setiap tahun ajaran baru yang kerap terjadi di SMPN 1 Kediri.
Sayangnya, sampai dengan sekarang belum ada pembangunan fisik di sekolah tersebut. Di sisi lain, jumlah murid yang masuk terus bertambah seiring sambutan positif masyarakat terhadap keberadaan SMPN 5 Kediri itu.
“Sekarang masyarakat sudah mulai percaya dengan SMPN 5 Kediri. Guru-gurunya juga sangat bagus mengajar dan kegiatan ekstrakurikuler berjalan baik. Tinggal persoalan bangunan yang harus kita perjuangkan agar siswa tidak lagi belajar dengan sistem double shift,” tegas Eka.
Sebelumnya, Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, menyatakan kesiapannya mengawal alokasi anggaran enam ruang kelas baru tersebut melalui APBD Tabanan bersama DPRD setempat.
Menurutnya, keberadaan SMPN 5 Kediri memegang peran vital sebagai alternatif sarana pendidikan bagi warga Kediri Timur dan Desa Abiantuwung.
Karena itu, ia menginstruksikan agar pemenuhan sarana fisik berlanjut untuk menciptakan iklim sekolah yang aman dan nyaman. (c/kb)

















