Adi Arnawa Tegaskan Sampah Tak Terpilah di Badung Dilarang Diangkut

MANGUPURA, Kilasbali.com – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menegaskan aturan wajib pilah sampah dari sumbernya dan melarang jasa pengangkutan mengangkut sampah yang tidak terpilah mulai April 2026.
Adi Arnawa menegaskan itu untuk menyamakan persepsi dalam mempercepat pengelolaan sampah seiring rencana penutupan TPA Suwung pada Agustus 2026 mendatang.
Penegasan itu ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (ASPER PSBS) di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, pada Minggu (15/3).
Pertemuan ini melibatkan para pengelola jasa pengangkutan sampah, pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka), hingga pengelola pasar dan mal.
Adi Arnawa meminta para pengelola jasa angkut selaku mitra strategis pemerintah untuk disiplin dan ikut menyosialisasikan pemilahan sampah kepada masyarakat dan tempat usaha.
Menurutnya, upaya ini perlu ia pertegas karena mulai 1 April 2026, TPA Suwung hanya akan menerima sampah residu sebelum ditutup total pada 1 Agustus 2026.
“Untuk itulah sebagai mitra strategis pemerintah dalam penanganan sampah di Kabupaten Badung, saya minta kerja samanya para jasa pengangkutan sampah untuk tidak mengangkut sampah dari masyarakat yang tidak melaksanakan pemilahan sampah,” tegasnya.
Selain kepada jasa pengangkut, Adi Arnawa juga mewajibkan pengelola mal, pasar, dan Horeka untuk melakukan pemilahan atau mengelola sampah secara mandiri.
Kebijakan ini merupakan bentuk respon pemerintah daerah terhadap kebijakan lingkungan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
“Sebagai stakeholder pariwisata dan menyikapi kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup, kami pemerintah daerah meminta kepada bapak dan ibu untuk melaksanakan pemilahan sampah,” katanya.
Ia menekankan bahwa kesepakatan dengan para jasa pengangkut untuk menolak sampah yang tidak terpilah sudah bersifat final.
Di saat yang sama, ia menyampaikan apresiasi kepada sejumlah unit usaha yang telah berinisiatif menyediakan fasilitas pengelolaan sampah secara mandiri.
Ia berharap dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan demi keberhasilan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber di Badung.
“Saya berterima kasih untuk usaha yang sudah ada tempat pengelolaan sampahnya. Saya mohon dukungannya dalam pengelolaan sampah ini,” tandasnya. (c/kb)

















