10 Juara Ogoh-ogoh Tingkat Kecamatan Se-Tabanan Siap Tampil di GWS

TABANAN, Kilasbali.com – Sebanyak sepuluh ogoh-ogoh terbaik yang menyandang juara pertama di tingkat kecamatan se-Kabupaten Tabanan siap tampil di areal panggung terbuka Garuda Wisnu Singasana (GWS).
Karya seni dan kreatif dari sepuluh sekaa teruna-teruni akan diboyong pada 11-12 Maret 2026 menuju arena Festival Singasana III dalam rangkaian menyambut Nyepi Tahun Caka 1948.
Di festival itu, kesepuluh ogoh-ogoh itu akan dilombakan kembali untuk menyabet peringkat terbaik tingkat kabupaten.
Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan, I Made Subagia, memastikan seluruh kesiapan teknis telah tuntas dibahas bersama instansi terkait dan perwakilan sekaa teruna.
Proses pemindahan ogoh-ogoh dari masing-masing banjar menuju arena Festival Singasana III dijadwalkan mulai pukul 21.00 Wita.
Bahkan, untuk kelancaran selama proses tersebut akan mendapatkan pengawalan dari kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub).
“Sekarang tahapan festival tinggal mengikuti jadwal yang sudah disepakati dalam technical meeting,” kata Subagia pada Senin (9/3).
Pihaknya membagi proses pemindahan ke dalam dua hari. Jadi, dalam sehari ada lima ogoh-ogoh yang diangkut menuju arena festival.
“Sudah dibagi (jadwalnya) agar pengangkutan di jalan lebih teratur dan proses pemindahan ogoh-ogoh bisa berjalan lancar,” imbuhnya.
Setelah seluruh peserta tiba di lokasi, agenda akan dilanjutkan dengan gladi pada 13-14 Maret sebelum tim juri melakukan penilaian secara menyeluruh.
Penentuan pemenang utama akan diputuskan oleh tim juri utama, sedangkan juara harapan bakal ditetapkan oleh juri kehormatan pada 14 Maret 2026.
Masyarakat Tabanan dapat menyaksikan kemeriahan pawai ogoh-ogoh dewasa pada Minggu (15/3) sore mulai pukul 16.00 Wita.
Rute parade dimulai dari depan GWS menuju Jalan Gunung Agung, melintasi Patung Sagung Wah, hingga mencapai panggung kehormatan di depan Gedung Kesenian I Ketut Marya.
Setiap kelompok peserta mendapatkan durasi maksimal 10 menit untuk melakukan atraksi di depan panggung kehormatan dan dewan juri.
“Setelah atraksi, peserta melanjutkan rute hingga finis di Taman Bung Karno atau areal GWS,” jelasnya. (c/kb)

















